Holding BUMN Migas Harus Dapat Restu DPR
Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Rabu, 07 Feb 2018 - 17:47:35 WIB

Bagikan Berita ini :

68bowosidik2.jpg
Sumber foto : ist
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Bowo Sidik Pangarso


JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Bowo Sidik Pangarso angkat bicara tentang holding BUMN Migas yang menggabungkan Perusahaan Gas Negara (PGN) dengan Pertamina.

Menurut Bowo, selama ada pemindahan saham modal atas perusahaan yang melibatkan perusahaan besar, sudah sepantasnya hal tersebut atas persetujuan DPR.

"Kami sebagai wakil rakyat harus tahu alasan dan dasar pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN melakukan holding terhadap PGN dan Pertamina. Apakah nanti akan jadi perusahaan besar, bagaimana nanti kita harus tahu tujuan holding migas ini mau ke mana," tegasnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (07/02/2018).

"Itulah salah satu kewenangan dan fungsi yang dimiliki DPR sebagai lembaga pengawasan dan penganggaran," sambungnya.

Dengan demikian, menurut Bowo, seharusnya Menteri BUMN Rini Soemarno tidak menyepelekan fungsi DPR yang mengatakan bahwa pembentukan holding tidak membutuhkan persetujuan parlemen.

"Buktinya apa, nantu Bu Rini bisa juga minta PMN ke DPR. Kami punya wewenang sebagai pengawasan, apapun kami harus tahu itu. Saya berharap Kementerian BUMN untuk segera menjelaskan. Soal disetujui atau tidaknya, itu persoalan kedua. Tapi kami mohon dijelaskan di DPR untuk tahu tujuan holding migas dan holding-holding lainnya," tandas Politikus Golkar itu.

Selain itu, Bowo juga mempertanyakan nasib kedua anak-anak dari perusahaan yang akan diholding, yang mana ia menilai belum adanya kejelasan fungsi dan tugasnya bila PGN dan Pertamina bersatu.

"Kami tidak ada masalah, selama pemerintah bisa menjelaskan tujuan holding ini apa," pungkasnya.(plt)

tag: #bumn  #komisi-vi-dpr  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca TeropongSenayan Yth

Dua pasangan calon (paslon) Pilpres 2019 telah mendaftar ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di Jakarta, Jumat (10/8/2018). Kedua paslon itu adalah Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Jokowi-Maruf didukung oleh sembilan partai. Yakni PDIP, Partai Golkar, Nasdem, Hanura, PPP, PKB, PSI,Perindo, dan PKPI. Sedangkan Prabowo-Sandiaga didukung oleh empat partai. Yakni Partai Gerindra, PAN, PKS, dan Demokrat.

Dua cawapres, yakni Maruf Amin dan Sandiaga Uno disebut-sebut turut menentukan kemenangan sang capres pada 2019 nanti. Tentu, baik Maruf maupun Sandiaga memiliki kelebihan masing-masing, yang akan diekplorasi habis-habisan guna menarik simpati pemilih.

Nah, jika pilpres dilaksanakan hari ini, siapa yang akan Anda pilih:

  • 1.Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2.Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
LIHAT HASIL POLING