Saat Ratu Belanda Kunjungi Warung Bakwan Malang
Oleh ferdiansyah pada hari Selasa, 13 Feb 2018 - 13:57:17 WIB

Bagikan Berita ini :

8ratumaxima.jpg
Sumber foto : ist
Ratu Maxima dari Kerajaan Belanda

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Ratu Maxima dari Kerajaan Belanda yang juga utusan Sekjen PBB untuk Advokasi Keuangan untuk Inklusi Keuangan (UNSGSA) mengunjungi warung Bakwan Malang di Jalan H. Agus Salim, Jakarta Pusat, Selasa (13/2/2018).

Mengenakan kemeja putih dan rok hitam Ratu Maxima tiba di warung yang berlokasi di area Sabang itu sekira pukul 11.19 WIB.

Jalanan H. Agus Salim ditutup sementara waktu. Masyarakat nampak antusias dengan kedatangan Ratu Maxima dengan mengerubungi warung tersebut. Banyak yang mencoba mengambil gambar dengan kamera dari ponselnya.

"Kapan lagi kan?," kata seorang ibu paruh baya, yang berharap dapat mengambil foto atau bahkan berfoto dengan Ratu Maxima.

Dalam kunjungan tersebut Ratu melakukan pembicaraan dengan perwakilan Go-Jek, Go-Pay bersama pengendara Go-Jek dan pemilik warung Bakso Malang selama kurang lebih 40 menit.

"Tadi ditanya Ratu tau Go-Food dari mana, apa manfaatnya buat saya, apa saja kendala yang saya hadapi," ujar Ken, pemilik warung Bakwan Malang.

Ken lantas menuturkan kepada Ratu Maxima mengenai pengalamannya bergabung dengan Go-Food yang membuatnya lebih mudah mengatur keuangan.

"Lebih jelas pendapatan bersih total, tinggal terima beres, lebih simpel. Orang juga lebih mudah mengetahui warung ini," kata dia.

Kunjungan Ratu tersebut untuk meninjau kemajuan Strategi Nasional untuk Inklusi Keuangan Indonesia yang diluncurkan pada tahun 2016, untuk mempromosikan akses terhadap layanan keuangan seperti Bank atau Rekening tabungan, pinjaman, asuransi dan pensiun. (plt)

 

tag: #  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca TeropongSenayan Yth

Dalam beberapa hari terakhir, teror bom mengguncang Tanah Air. Rakyat, pemerintah, dan aparat kaget, terkejut dan terkesima. Marah, kesal, cemas, was-was serta ekspresi sejenis muncul bersamaan.

Harapan akan segera terbitnya revisi UU Anti Terorisme menyeruak di tengah perbincangan publik. Polemik pun turut menghangatkan harapan itu.

Bagaimana pandangan Anda tentang penerbitan revisi UU Anti Terorisme :

  • Perlu, segera terbit
  • Dibahas dan dikaji terlebih dulu
  • Tidak perlu
LIHAT HASIL POLING