Berita

DPR: Mestinya Bulog Serap Beras Petani, Bukan Impor

Oleh mandra pradipta pada hari Jumat, 16 Feb 2018 - 06:13:49 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

86fauzihamro.jpg

Anggota Komisi IV DPR RI Fauzih Amro (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Anggota Komisi IV DPR RI Fauzih Amro menilai Badan Urusan Logistik (Bulog) dan Kementerian Pertanian (Kementan) telah gagal mengantisipasi ketersediaan pangan nasional.

Hal itu diutarakan Fauzih menyusul masuknya 57.000 tono beras impor yang berasal dari Vietnam, ditengah para petani Indonesia menikmati panen raya disejumlah daerah.

"Bulog dan Kementan telah gagal. Saya menyesalkan adanya impor beras yang dilakukan Bulog," kata Fauzih kepada TeropongSenayan di Jakarta, Kamis (15/2/2018).

"Mestinya Bulog lebih mengutamakan menyerap atau membeli beras dari petani lokal bukan impor, apalagi sekarang sudah memasuki masa panen raya," tambahnya.

Politisi Hanura ini pun mencatat, impor beras di tengah panen raya sudah sering berulang. Dia pun mendesak Bulog dan Kementan harus mencari solusi untuk menyelesaikan polemik impor beras tersebut.

"Harus ada kerja keras untuk menjaga ketersediaan pangan nasional," ujarnya.

Lebih lanjut, Fauzih meminta Kementerian Pertanian, Bulog, dan Kementerian Perdagangan untuk membuat inovasi agar produksi pangan nasional selalu tercukupi, termasuk perbaikan tata niaga beras nasional.

"Kenaikan harga beras yang melampui HET itu tidak terlepas dari permainan kartel beras, supaya kita mengimpor beras terus atau ada pihak yang mencari untung dibalik impor beras ini," jelasnya.

"Pemerintah jangan sampai bergantung pada impor. Karena dampak dari impor beras, maka petani kita akan mengalami kerugian, apalagi sudah hampir mendekati masa panen," paparnya.

Diketahui, merujuk data yang disampaikan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (3/1/2018), saat ini stok beras nasional sekitar 1 juta ton. Stok beras aman enam bulan ke depan (Desember 2017- Mei 2018), dan panen sudah mulai berlangsung Januari 2018, artinya stok beras mengalami surplus, dan tidak perlu ada impor.

Bahkan, Gubernur Sulawesi Selatan, Sahrul Yasin Limpo juga mengungkapkan stok beras di Sulawesi Selatan beras melimpah hingga 20 bulan ke depan, dan siap dikirim ke 34 provinsi.

Selain itu, Jawa Barat sebagai salah satu lumbung pangan nasional juga mengalami surplus sekitar 800 ribu ton, Jawa Timur 1 juta ton. (plt)

tag: #impor-beras  #komisi-iv-dpr  

Bagikan Berita ini :