
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Dalam pepatah, kata buah simalakama sudah sering kita dengar. Namun, tahukah teman-teman bagaimana wujud buah ini yang sebenarnya?
Buah simalakama adalah nama lain dari buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa). Di Indonesia, buah simalakama dikenal sebagai salah satu tanaman obat.
Selain buah mahkota dewa dan simalakama, buah ini memiliki banyak nama lain.Di Jawa, orang sering menyebutnya dengan nama makutadewa, makutamewo, makutoratu atau makurojo.Nama lain untuk menyebut buah ini adalah obat dewa, pau (obat pusaka),crown of god, dan boh anggota dewan.
Tanaman atau pohon simalakama seringkali ditanam sebagai tanaman peneduh. Ukurannya tidak terlalu besar dengan tinggi sekitar 3 meter.
Buahnya berbentuk bulat berwarna merah menyala dengan diameter 3-6 cm. Daging buahnya berwarna putih dengan sedikit sabuk, seperti yang terdapat pada buah kelapa.
Simalakama ini memiliki kemampuan untuk berubah warna di masa pertumbuhannya. Dari yang awalnya berwarna hijau, berubah menjadi ungu, dan kemudian menjadi berwarna merah saat matang.
Dalam buah simalakama terkandung beberapa zat aktif yang dapat menyembuhkan beberapa penyakit. Seperti, zat alkaloid, saponin, falavonoid, dan polifenol.
Simalakama mempunyai khasiat menghilangkan racun dalam tubuh, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sebagai antialergi (histamin), sebagai antiradang, dan mengurangi kadar risiko penyakit jantung koroner.
Walau memiliki manfaat tertentu, dalam pengolahannya kita perlu hati-hati. Sebab buah simalakama mengandung kadar racun yang tinggi, terutama jika dikonsumsi oleh ibu yang sedang hamil.
Racun yang terkandung dalam buah simalakama bisa menyebabkan sariawan di mulut. (aim)