Berita
Oleh M Anwar pada hari Selasa, 27 Feb 2018 - 10:21:33 WIB
Bagikan Berita ini :

Mendag Cek Beras Impor di Gudang Bulog

56enggartiasto-lukita.jpg
Enggartiasto Lukita (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengecek langsung stok beras impor di gudang Perum Bulog, Selasa pagi (27/2/2018).

Enggartiasto bersama rombongan mengawali pengecekan di Gudang Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ia mengatakan bahwa Pemerintah menjamin beras impor asal Thailand dan Vietnam yang masuk ke pasar dalam negeri tidak akan merugikan petani.

"Beras impor yang masuk, benar masuk di gudang Bulog sebagai cadangan. Kapan dikeluarkan, nanti pemerintah akan melihat perkembangan," katanya.

Perum Bulog akan terus menyerap gabah dan beras petani sesuai Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2015.

Perum Bulog menggunakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp3.700 per kilogram untuk gabah kering panen di tingkat petani dan Rp3.750 per kilogram di tingkat penggilingan. Sementara untuk gabah kering giling, HPP ditetapkan Rp4.600 per kilogram di tingkat penggilingan dan Rp 4.650 di gudang Bulog.

"Dalam rakor lalu sudah ditetapkan dan ada komitmen, bahwa Bulog akan serap gabah dan beras sesuai ketentuan yang ada. Tapi ditambah fleksibilitas 20 persen. Selama di koridor itu, Bulog akan menyerap. Bulog pasti menyerap," tambah Enggartiasto.

Enggartiasto mengatakan stok beras di gudang Bulog nantinya akan digunakan untuk operasi pasar kalau harga beras melonjak.

"Dalam OP akan lebih masif untuk stabilisasi harga. Kita memastikan, beras impor itu kita pakai untuk cadangan. Tidak usah khawatir, kita akan terus melakukan OP," katanya.

Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti menyatakan hingga akhir Februari 2018 stok beras di gudang Bulog 261.000 ton.

"Masih ada yang proses bongkar. Ada kapal yang masuk perairan dan belum bongkar. Stok eks impor harus update terus, sampai akhir bulan ini tercatat nanti 261.000 ton yang masuk gudang," kata Djarot.

Berdasarkan data dalam Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, harga beras kualitas medium yang pada Jumat (23/2) rata-rata Rp 11.084per kilogram pada Senin (26/2) naik tipis menjadi Rp 11.085 per kilogram, masih di atas HET yang ditentukan Rp 9.450 per kilogram untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi.

Angka itu lebih rendah jika dibandingkan dengan kondisi awal Februari 2018, ketika harga beras dengan kualitas tersebut Rp 11.225 per kilogram.(yn/ant)

tag: #impor-pangan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Banner HUT RI Ke-75 TeropongSenayan.com
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 Irma Suryani Chaniago
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 SOKSI
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 Arsul Sani
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 Syaifullah Tamliha
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Kenaikan Kasus Positif COVID-19 di Jakarta Masih Tinggi

Oleh Rihad
pada hari Sabtu, 15 Agu 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Total jumlah kasus positif COVID-19 di Jakarta menembus angka 29.036 kasus pada Sabtu (15/8) atau terjadi penambahan sebanyak 598 kasus,  naik signifikan dibanding hari ...
Berita

Kantor Pusat Imigrasi Tutup 12-21 Agustus 2020, Bagaimana Pelayanannya?

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Direktorat Jenderal Imigrasi memastikan pelayanan visa onshore bagi warga negara asing (WNA) yang tinggal di Indonesia tetap berjalan meski kantor yang beralamat di Jalan HR ...