Berita

BJ Habibie Sakit, Romy Minta Pemerintah Kirim Dokter Kepresidenan

Oleh Sahlan pada hari Minggu, 04 Mar 2018 - 16:42:14 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

39BJ-Habibie.jpg

BJ Habibie (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romy) berharap, pemerintah mengirim tim dokter kepresidenan ke Jerman guna memberikan pendampingan untuk Presiden RI ke-3 BJ Habibie.

"Sehubungan kondisi Pak Habibie, saya berharap pemerintah dapat segera mengirim tim dokter kepresidenan sebagai bagian dari prosedur dan penghargaan kita kepada putra bangsa yang pernah memimpin kita yang tengah dirawat di negara lain," kata Romy, panggilan akrabnya di Jakarta Minggu (4/3/2018).

Hal ini diperlukan, kata Romy, bukan hanya karena standar protokol Habibie sebagai mantan Presiden RI, melainkan jangan sampai Indonesia sebagai Tanah Air Habibie justru kalah perhatian dengan Jerman, yang merupakan tempat studinya.

Ia juga berharap tim dokter kepresidenan yang dikirim terdiri atas seluruh spesialis yang dibutuhkan untuk merawat Habibie.

"Saya mengajak kita semua mendoakan kesembuhan pak Habibie. Bagi umat Islam, mari bersama-sama mengirimkan bacaan surat Al-fatihah untuk kesembuhan beliau," tandasnya.

Sebelumnya, mantan Presiden RI Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie dirawat di rumah sakit di Jerman karena kondisi kesehatannya menurun. BJ Habibie mengalami masalah pada klep jantungnya.

Hal itu diungkapkan oleh Rubijanto, sekretaris pribadi Habibie. Pada Kamis (1/3/2018) lalu sekitar pukul 20.00 WIB atau pukul 14.00 waktu Muenchen, Rubijanto sempat berbicara melalui sambungan telepon dengan Habibie.

"Dengan suara parau beliau menjelaskan bahwa pada awalnya sulit dan sesak bernapas yang terjadi pada Selasa," kata Rubijanto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (3/3/2018).

Setelah mengalami sesak nafas itu, Habibie dibawa ke Klinik Starnberg di Muenchen. Tim dokter langsung memeriksa kondisi Habibie.

"Diketahui klep jantung termonitor ada kebocoran, seperti yang dialami oleh almarhumah Hasri Ainun Habibie," kata Rubijanto.

Akibat kebocoran klep jantung itu, terjadi penumpukan air pada paru-paru hingga 1,5 liter, sehingga Habibie terasa sulit bernapas.

"Tensi (tekanan darah) meningkat sampai 180 atas," ujarnya.

Berdasarkan analisa dokter, Habibie harus segera menjalani operasi jantung atau dapat dilakukan pengobatan dan tindakan dengan cara yang lebih canggih.

Habibie, kata Rubijanto, memilih untuk menjalani tindakan dengan menggunakan metode yang lebih canggih.

Pada Jumat kemarin, tim dokter melakukan pemasangan kateter dari mulut. Itu dilakukan untuk mengetahui persisnya kebocoran klep jantung dan untuk menentukan tindakan mana yang lebih tepat untuk ditempuh.
Menurut Rubijanto, Habibie berharap pada pelaksanaan tindakan operasi jantung di Muenchen dapat dihadiri dan disaksikan oleh paling tidak dua dokter spesialis ahli jantung dari Indonesia dan satu personel tambahan Paspampres.

"Beliau harapkan seluruh biaya perawatan dan tindakan medis yang timbul di Muenchen, ditanggung oleh Pemerintah RI sesuai undang-undang yang berlaku," kata Rubijanto.

Saat ini, lanjut dia, pemerintah Jerman melalui kantor Kanselir Angela Merkel telah mengetahui kondisi kesehatan Habibie dan telah menghubungi langsung Habibie.

Pemerintah Jerman memberikan perhatian penuh dan menawarkan apa yang dapat dibantu untuk mengembalikan kondisi kesehatan Habibie seperti semula.

"Kami sampaikan kepada Bapak BJH bahwa kami semua di Jakarta turut prihatin atas kesehatan dan mendoakan semoga (penyakit) Bapak BJH segera dapat teratasi dan lekas sembuh serta lekas kembali ke Jakarta," kata dia.(yn)

tag: #habibie  

Bagikan Berita ini :