Berita

Kasus Novel Mangkrak, Fadli Zon: Polri Harus Kayak Superman

Oleh Mandra Pradipta pada hari Selasa, 06 Mar 2018 - 10:03:16 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

74Novel-Mata-Rusak.jpg

Novel Baswedan (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Wakil Ketua DPR Fadli Zon mendesak Polri segera mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Tindakan Polri, ucap Fadli, harus bergerak cepat seperti mengungkap sejumlah kasus orang yang dianggap melawan pemerintah.

"Saya kira pihak Kepolisian kita kan jago dan cepat pada kasus-kasus yang melawan pemerintah kan cepet, udah kaya Superman lah, masa kasus Novel Baswedan hampir satu tahun ga ada apa-apa," kata Fadli kepada TeropongSenayan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (6/3/2018).

Politisi Gerindra ini pun mendorong Presiden Joko Widodo membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Novel Baswedan.

"Ini menurut saya ini ujian bagi pihak kepolisian, jadi menurut saya kalau dah satu tahun tidak ada kabar, sebaiknya dibentuk TGPF," ujarnya.

Bagaimana pun, kata Fadli, hal ini sudah merugikan pihak Polri karena dianggap tidak serius dalam menangani kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan.

"Karena ini menurut saya sudah berlarut-larut, dan merugikan pihak kepolisian sendiri. Ini merugikannya kenapa, ini karena dianggap tidak serius. Ini kan persoalan sepele, orangnya bisa dicari, orangnya bisa diketahui, kenapa kok ga diproses," tuturnya.

"Ini lah harus diungkap oleh pihak Kepolisian apakah ada aktor intelektual, apakah ini aksi sendirian bebas dengan motif tertentu ini harus diungkap oleh pihak Kepolisian," pungkasnya.

Wajah Novel Baswedan disiram air keras setelah ia menunaikan shalat subuh berjamaah di Masjid Al Ikhsan, Jalan Deposito RT 003/RW 010, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April 2017.

Seusai mendapat serangan, Novel dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sore harinya, Novel dirujuk ke Jakarta Eye Center.

Luka parah pada kedua mata Novel akibat siraman air keras ternyata tak cukup ditangani di Indonesia. Pada 12 April 2017, dokter merujuk agar Novel mendapatkan perawatan mata di Singapura. Pada 17 Agustus 2017 lalu, Novel menjalani operasi pertama di Singapura.

Hingga saat ini, kasus penyiraman air keras terhadap Novel belum juga menemukan titik terang. Setelah lebih dari sepuluh bulan sejak penyerangan dilakukan, polisi belum juga menetapkan satu pun tersangka.(yn)

tag: #novel-baswedan  

Bagikan Berita ini :