Berita
Oleh Mandra Pradipta pada hari Rabu, 07 Mar 2018 - 11:14:14 WIB
Bagikan Berita ini :

Fahri Tak Setuju Jokowi Bentuk TGPF Kasus Novel

76Novel-di-KPK.jpg
Novel Baswedan (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Sejumlah pihak menuntut agar Presiden Jokowi membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dalam kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Namun, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah tidak setuju dengan usulan tersebut.

Malah, Fahri menyarankan agar Novel dikembalikan ke institusi Polri ketimbang harus bekerja di KPK disisa masa pensiunnya. Dengan begitu, Novel sendiri bisa mengungkap siapa pelaku penyiraman air keras terhadap dirinya.

"Saya mengusulkan saudara Novel Baswedan itu dikembalikan ke Mabes Polri. Kalau dia sudah pensiun usianya, dia dijadikan penasehat Kapolri tentang pemberantasan korupsi," kata Fahri kepada TeropongSenayan di Jakarta, Rabu (7/3/2018).

"Sambil dia bisa di dalam mabes polri sendiri membantu, menemukan siapa pelaku penyiraman air keras kepada dirinya," tambahnya.

Bagaimana pun, terang Fahri, Novel lebih efektif di Mabes Polri sekaligus bisa menjembatani dengan KPK yang selama ini kurang produktif.

"Saya kira itu lebih produktif daripada yang lain-lain, sebab ini kan ada unsur di dalam Mabes Polri dan KPK yang harus dijembatani," jelasnya.

"Saya kira Novel lah yang harus jembatani itu, saya cenderung ke arah sana," tutupnya.(yn)

tag: #novel-baswedan  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Rizal Ramli Nilai MK Lebih Mendengar Suara Kekuasaan

Oleh Rihad
pada hari Minggu, 17 Jan 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Ekonom senior Rizal Ramli masih kecewa dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak seluruh gugatannya atas aturan ambang batas pencalonan presiden (presidential ...
Berita

Kapal China Masuk RI, Ini Alasan Bakamla

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI mengklaim berhasil menghalau Kapal Pengawas Perikanan Vietnam Kiem Ngu 215 yang memasuki wilayah perairan Indonesia di Laut Natuna, ...