Komisi VI: Ketua KPPU Bongkar Saja Komisaris yang BUMNnya Bermasalah
Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Selasa, 13 Mar 2018 - 09:25:39 WIB

Bagikan Berita ini :

57Lili-Asdjudiredja.jpg
Sumber foto : Istimewa
Lili Asdjudiredja

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Anggota Komisi VI Lili Asdjudiredja menduga, ada konflik kepentingan di balik lolosnya nama-nama calon komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) hasil tim panitia seleksi (Pansel).

Demikian disampaikan Lili saat Rapat Dengar Pendapat dengan KPPU di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (12/3/2018).

"Patut diduga ada kolusi antara Pansel dengan pengusaha besar tertentu. Masa yang lolos cuma satu orang dari calon KPPU yang ada (Komisioner KPPU yang lama). Ini membuat sedih, kita sangsi," tandas Lili.

"Dengar-dengar yang gede ini malah kita takut," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Lili juga meminta agar Ketua KPPU Syarkawi Rauf membeberkan sejumlah BUMN yang diduga berkasus, dan perkaranya tengah ditangani KPPU.

"Saya mau tanya, ada tim Pansel kan yang jadi komisaris-komisaris yang sedang bermasalah BUMNnya. Pak Rauf buka saja. Kita pengen yang objektif," tandasnya.

Diketahui, hingga kini Komisi VI belum melakukan fit and proper test terhadap nama-nama calon Komisioner KPPU hasil seleksi tim pansel, yang sudah diajukan Presiden Joko Widodo ke DPR.

Komisi VI beralasan belum memproses nama-nama yang diserahkan Jokowi, karena Pansel yang memilih nama-nama itu memiliki konflik kepentingan.

"Di antara nama Pansel yang dibentuk Presiden, ada dua nama yang sedang menjabat sebagai komisaris utama perusahaan yang sedang menjadi terlapor di KPPU karena diduga melakukan pelanggaran ketentuan UU 5/99," kata Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di akun twitternya, Rabu (28/2/2018).

Fahri mengatakan, nama tersebut adalah Hendri Saparini sebagai ketua Pansel yang sedang menjabat sebagai Komisaris Utama PT Telkom. PT Telkom tengah menjadi terlapor di KPPU pada saat Hendri menjadi Pansel.

Nama kedua, lanjut Fahri, adalah Rhenald Kasali. Rhenald sedang menjabat sebagai komisaris PT Angkasa Pura yang juga sedang menjadi terlapor di KPPU.

"Inilah yang membuat DPR belum menyelesaikan proses pembahasan 18 nama calon anggota komisioner KPPU yang dikirim oleh Presiden berdasarkan hasil seleksi Pansel yang dianggap bermasalah," kata Fahri.(yn)

tag: #kppu  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca TeropongSenayan Yth

Dua pasangan calon (paslon) Pilpres 2019 telah mendaftar ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di Jakarta, Jumat (10/8/2018). Kedua paslon itu adalah Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Jokowi-Maruf didukung oleh sembilan partai. Yakni PDIP, Partai Golkar, Nasdem, Hanura, PPP, PKB, PSI,Perindo, dan PKPI. Sedangkan Prabowo-Sandiaga didukung oleh empat partai. Yakni Partai Gerindra, PAN, PKS, dan Demokrat.

Dua cawapres, yakni Maruf Amin dan Sandiaga Uno disebut-sebut turut menentukan kemenangan sang capres pada 2019 nanti. Tentu, baik Maruf maupun Sandiaga memiliki kelebihan masing-masing, yang akan diekplorasi habis-habisan guna menarik simpati pemilih.

Nah, jika pilpres dilaksanakan hari ini, siapa yang akan Anda pilih:

  • 1.Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2.Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
LIHAT HASIL POLING