Kadernya Tak Jadi Cawapres, PKS Bisa Batal Dukung Prabowo
Oleh Mandra Pradipta pada hari Senin, 16 Apr 2018 - 08:59:03 WIB

Bagikan Berita ini :

85images.jpeg.jpeg
Sumber foto : Istimewa
Lely Arrianie

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Pakar komunikasi politik Universitas Padjajaran Bandung, Lely Arrianie menilai, koalisi Gerindra dan PKS pada Pilpres 2019 mendatang bisa bubar, bila Prabowo Subianto tidak menunjuk cawapresnya dari kader partai dakwah tersebut.

Sebab, kata Lely, saat ini situasi politik begitu cair, dan tidak menutup kemungkinan istilah sekutu antara PKS dan Gerindra justru tak terjadi dalam Pemilu 2019.

"Bisa jadi (PKS membelot). Pembelahan partai bisa terjadi jika Pak Prabowo mengambil nama lain di luar PKS," kata Lely saat dihubungi di Jakarta, Senin (16/4/2018).

Kendati demikian, Lely melihat Prabowo sedang ‘galau’ soal sikap PKS yang telah menyodorkan 9 nama untuk mendampingi mantan Danjen Kopassus tersebut.

Mengingat, terang dia, Prabowo sendiri pasti akan mengukur kualitas cawapres dari PKS tersebut, apakah akan mendongkrak elektabilitas atau tidak.

"Tapi PKS seharusnya punya posisi power kan. Kalau saya jadi PKS itu akan jadi argumentasi," tukasnya.(yn)

tag: #pilpres-2019  #pks  #partai-gerindra  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING
Pembaca Teropong Senayan, Yth Perhelatan Pilkada Serentak 2018 sudah usai. Hasil hitung cepat (quick count) lembaga survei telah terpublikasi secara masif. Dari publikasi ini, para pemilih pun mengerti menang atau kalahkah kandidat yang mereka pilih. Pada saat bersamaan, para kandidat capres/cawapres dan partai pendukung ditengarai juga mulai mengatur strategi menyikapi hasil pilkada. Tentu, strategi ini hendak menempatkan hasil pilkada sebagai acuan meraih kemenangan pada Pilpres 2019. Menurut Anda, siapa capres yang diuntungkan oleh hasil Pilkada 2018 :
  • Joko Widodo
  • Prabowo Subianto
  • Calon Alternatif Poros Ketiga
LIHAT HASIL POLING