Berita
Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Rabu, 18 Apr 2018 - 02:18:57 WIB
Bagikan Berita ini :

900 Ton Benih Hortikultura Diekspor ke 10 Negara

148b5a3bf276a850bb632d0f4d56f06271_1.jpg.jpg
Dirjen Hortikultura Kementan, Suwandi (batik kuning) saat melepas benih hortikultura ke 10 negara tetangga, Selasa (17/4/2018) (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Satu lagi kinerja ekspor produk pertanian di masa kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yangmengalami peningkatan.

Kali ini Kementerian Pertanian (Kementan) berhasil mengekspor benih hortikultura hingga ke 10 negara. Hal ini tentucukup membanggakan di kancah internasional.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Suwandi mengatakan, saat ini pihaknya terus mendorongpeningkatkan produksi produk-produk pertanian termasuk benih berdaya saing dan dapat masuk di pasar ekspor.

"Ini menunjukkan bahwa industri perbenihan kita sudah maju dan mampu bersaing dengan produk benih negara lain," kata Suwandi saat pelepasan ekspor benih hortikultura di Kediri, Selasa (17/4/2018).

"Ini sejalan dengan kebijakan Bapak Mentan untuk terus mendorong ekspor, disamping kebijakan kedaulatan pangan dan mensejahterakan petani lokal,” katanya.

Salah satu pengekspor benih hortikultura yaitu PT Bisi International Tbk (BISI), mampu mengekspor benih hortikultura di kisaran 10 persen dari total produksinya.

Dipastikan, kebutuhan benih dalam negeri sudah tercukupi sehingga surplusnya diekspor.

Direktur utama BISI Internasional, Jemmy Eka Putra mengatakan sumbangsih penjualan ekspor benih 10 persen dari total penjualan benih hortikultura hingga akhir tahun 2017 lalu.

"Kita masih fokus memenuhi kebutuhan domestik yang permintaannya memang tinggi, sembari pengembangan pasar luar negeri,” ungkapnya.

"Ekspor benih berkaitan beberapa hal seperti kesesuaian jenis varietas yang cocok iklimnya dengan negara tujuan, tetap kita pacu benih sesuai permintaan pasar,” sambung Jemmy.

Beberapa negara tujuan ekspor benih hortikultura telah mencapai 10 negara, antara lain, India, Pakistan, Srilanka , Bangladesh, Myanmar, Vietnam, Malaysia, Thailand, Philipina dan China.

“Kami ekspor ke ASEAN, Asia Selatan dan China,” ungkap Jemmy.

Lebih jauh, Jemmy menjelaskan, pelepasan ekspor ini bagian dari rencana ekspor 2018 sebesar 900 ton benih atau naik 50 persen dibandingkan 2017. Demikian pula tahun 2019 ditargetkan naik lebih tinggi lagi.

Beberapa benih hortikultura yang diekspor yaitu benih pare, cabai, paprika, timun, gambas, melon, waluh, sweet corn, pare welut, semangka, terong, tomat, jagung pulut, kacang panjang, kangkung, bayam, okra dan buncis. Totalnya mencapai 18 komoditas.

“Proses produksi benih ini dikerjakan bermitra dengan petani. Yakni 99 persen produksi ini melibatkan petani. Ini bermitra dengan memberdayakan 9.900 petani pada hamparan 3.340 hektar yang tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat,” ujar Jemmy.

Sementara itu, Nasirudin, petani penangkar benih mitra BISI spesial tanaman hibrida pare, gambas, pare welut dan melon mengatakan, pihaknya sudah bermitra lebih dari 18 tahun. Menurutnya, pola kerjasama ini sangat menguntungkan petani.

"Iya selama ini saya menggantungkan hidup dari sini. Hasilnya bisa untuk biaya hidup sehari-hari termasuk menyekolahkan anak kuliah,” ungkapnya polos..

"Harapan kami sih, usul supaya kerjasama seperti ini tetap berlanjut, diperluas di daerah-daerah lain juga,” katanya menambahkan. (Alf)

tag: #kementerian-pertanian  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
DD X Teropong Senayan
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Simak: Ini Penjelasan Anies soal Kontroversi Reklamasi Ancol

Oleh windarto
pada hari Minggu, 12 Jul 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Polemik Reklamasi Ancol terus bergulir hingga kini. Terkait hal tersebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan penjelasan resmi yang menjadi dasar bagi Pemerintah ...
Berita

Muhammadiyah Tegaskan Virus COVID-19 Itu Nyata, Bukan Konspirasi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan, pandemi COVID-19 bukan hasil konspirasi. "Pandemi ini bukan ilusi, bukan konspirasi, tetapi realitas ...