Polri Tak Pernah Instruksikan Sita Atribut #2019GantiPresiden
Oleh Ferdiansyah pada hari Selasa, 24 Apr 2018 - 21:25:26 WIB

Bagikan Berita ini :

16iqbal.jpg.jpg
Sumber foto : ist
Karopenmas Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Karopenmas Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan bahwa Polri tidak pernah menginstruksikan jajarannya untuk menyita kaos maupun atribut lainnya yang bertuliskan "2019GantiPresiden".

"Tidak ada (instruksi penyitaan). Kecuali ada pelanggaran lantas (lalu lintas). Kalau cuma cap, kami tidak melarang," kata Brigjen Iqbal di Jakarta, Selasa (24/4/2018), menanggapi kasus penyitaan tenda becak beratribut "2019gantipresiden" oleh anggota polisi di Binjai, Sumatera Utara.

Iqbal menegaskan bahwa Polri tidak melarang adanya atribut apa pun dengan tagar 2019 ganti presiden, selama tidak ada peraturan yang dilanggar.

Sementara itu, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto menegaskan, pihaknya tidak melakukan pencopotan dan sweeping spanduk dan kaos #2019GantiPresiden.

"Itu tidak ada sweeping-sweeping itu, dasar hukumnya apa," ujar Setyo.

Setyo pun menegaskan, bahwa kabar kepolisian yang melakukan sweeping spanduk maupun mendatangi produsen kaos #2019GantiPresiden adalah kabar bohong atau hoaks. Menurutnya, perintah tersebut tidak pernah diturunkan oleh pimpinan Polri. "Tidak ada perintah untuk itu. Itu hoaks itu," ujar dia.(plt/ant/rep)

tag: #polri  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING