Berita
Oleh Ferdiansyah pada hari Minggu, 20 Mei 2018 - 13:47:36 WIB
Bagikan Berita ini :

Perekonomian Surabaya Menurun Pascateror Bom

34bombunuhdirisurabaya.jpeg
Bom meledak di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018) (Sumber foto : ist)

SURABAYA (TEROPONGSENAYAN)--Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengakui perekonomian di Kota Pahlawan mengalami penurunan pascateror bom yang terjadi di tiga gereja sepekan lalu disusul ledakan di Mapolrestabes Surabaya

Risma, di Surabaya, Minggu (20/5/2018), mengatakan peristiwa ledakan bom yang mengakibatkan belasan orang meninggal dan puluhan orang luka-luka tidak hanya membuat warga Surabaya khawatir dan takut, melainkan juga berdampak pada roda perekonomian di Surabaya.

"Ya agak turun tapi mudah-mudahan cepat normal kembali," katanya.

Untuk itu, ia berharap agar situasi dan kondisi di Kota Surabaya berlangsung kondusif sehingga warga bisa melakukan aktivitas seperti biasa dan juga investor tidak khawatir berinvestasi di Surabaya.

Hal sama dikatakan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surabaya Jamhadi. Ia mengatakan Kadin tidak menyangka jika selama ini Surabaya dikenal aman dan nyaman, menjadi target teroris.

"Dengan adanya kejadian itu tentu, semua pihak yang ada di Surabaya harus merapatkan barisan menunjukkan ke dunia luar bahwa di Surabaya aman untuk tinggal, wisata dan bisnis," katanya.

Menurut dia, salah satu yang sudah dilakukan Kadin Surabaya adalah dengan memberikan penjelaskan kepada para tamu luar negeri di acara pertemuan Surabaya Bisnis Forum di Hotel Bumi Surabaya pada 16 Mei 2018.

"Kami jelaskan kepada para tamu bahwa Surabaya dan Jatim aman," katanya.

Sementara, Ketua Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Wilayah Jawa Timur Mohammad Supriyadi sebelumnya menyatakan aksi terorisme berupa peledakan bom di Surabaya dan Sidoarjo menurunkan kepercayaan investor untuk berinvestasi di Kota Pahlawan dan sekitarnya.

"Dari sisi produksi, mencegah para pekerja untuk masuk kerja atau melakukan kegiatan produksi," katanya.

Selain itu, lanjut dia, dari sisi logistik, adanya razia, pengamanan dan penutupan jalan mengganggu distribusi logistik regional. Secara makro mengganggu roda ekonomi baik mingguan, maupun bulanan, sehingga pertumbuhan ekonomi triwulanan terganggu.

"Dari sisi konsumsi juga mengurangi jumlah total konsumsi karena adanya penurunan pengunjung pada pusat perbelanjaan ritel maupun grosir," katanya. (plt/ant)

tag: #bom-surabaya  #walikota-surabaya-tri-rismaharini  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Tak Kuasa Menahan Kemarahan Risma, Mobil PCR Akhirnya Beroperasi di Surabaya

Oleh Sahlan Ake
pada hari Sabtu, 30 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Usai membuat marah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, akhirnya mobil laboratorium PCR bantuan BNPB dioperasikan di Kota Surabaya, Jawa Timur, mulai Sabtu ...
Berita

Driver Ojol Akan Mengadu ke Jokowi Jika Dilarang Bawa Penumpang Saat New Normal

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Apabila pemerintah melarang ojol untuk mengangkut penumpang saat kebijakan new normal diberlakukan nanti, maka Pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Gabungan ...