Berita
Oleh Mandra Pradipta pada hari Kamis, 24 Mei 2018 - 10:02:14 WIB
Bagikan Berita ini :

Buwas: Saya Sudah Punya Peta Permainan Kartel Beras

4Budi-Waseso.jpg.jpg
Budi Waseso (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) mengatakan, tingginya harga beras di pasaran disusul dengan tambahan impor beras sebanyak 500 ribu ton karena ada permainan di rantai distribusi.

Ia mengaku telah mengetahui permainan beras di tanah air. Namun, kata Buwas, dirinya tidak bisa bertindak, karena hal tersebut bukan wewenang Bulog.

"Saya tahu bagaimana permainan dan juga kartel, saya sudah punya petanya, bagaimanapun saya pernah jadi aparat dan punya kekuatan jejaring intelijen dan sudah saya coba dan terbukti," kata Buwas kepada wartawan di Jakarta, Kamis (24/5/2018).

"Tapi ini masalahnya jadi besar makanya saya silent. Bedanya sekarang saya tidak bisa menangani," terangnya.

Bahkan, Mantan Kepala BNN ini menduga ada beberapa gudang di daerah yang menimbun beras. Ini karena jumlah beras di gudang tersebut lebih besar dibanding Bulog.

"Temuan itu sudah kita laporkan ke Satgas Pangan Polri untuk penindakan," jelasnya.(yn)

tag: #bulog  #impor-beras  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Buru Teroris Kelompok Ali Kora, Komjen Listyo Harus Tuntaskan Operasi Tinombala

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 19 Jan 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Pengamat terorisme dari Community of Ideological Islamic Analyst, Harits Abu Ulya mengatakan tantangan Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri yakni ...
Berita

Antam Ajukan Banding Setelah Divonis Wajib Ganti Rugi 1,1 Ton Emas

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-PT Aneka Tambang Tak (Persero) mengajukan banding atas gugatan pengusaha asal Surabaya, Budi Said terkait pembelian emas di butik Antam. “Kami menegaskan bahwa ...