Kecam Tindakan Represif Aparat, KAHMI Tuntut Polri Minta Maaf
Oleh Alfian Risfil pada hari Kamis, 24 Mei 2018 - 19:32:45 WIB

Bagikan Berita ini :

8920180523_014650.jpg.jpg
Sumber foto : Ist
Ilustrasi penyerangan aparat kepada aktivis HMI.

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) mengutuk keraa tindakan represif kepolisian saat mengawal aksi demonstrasi HMI di depan Istana, Jakarta, Senin (21/5/2018). 

Pasalnya, dalam aksi peringatan 20 tahun reformasi itu sejumlah mahasiswa peserta aksi diserang oleh aparat hingga mengalami luka-luka.

KAHMI menilai, penanganan aksi tersebut sangat brutal dan tidak profesional.

Koordinator Presidium MN KAHMI, Siti Zuhro mengatakan, demonstrasi merupakan bagian dari ekspresi menyatakan pendapat. Hal tersebut juga dijamin Negara demokrasi.

"Kami mengutuk keras cara-cara represif aparat. penanganannya tidak profesional. Polri harus bertanggung jawab atas timbuslnya korban," ujar Siti dalam keterangannya diterima TeropongSenayan di Jakarta, Kamis (24/5/2018).

Selain itu, KAHMI juga menuntut Kepolisian menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas timbulnya korban tersebut. 

"Meminta Kepolisian untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas hal tersebut," lanjut dia.

Korps Bhayangkara, menurut Wiwiek, sapaannya, pun harus mengusut dan menindak atas ketidakprofesionalan yang dilakukan anggotanya. 

"Harapannya, agar di masa depan tidak ada lagi peristiwa serupa," jelasnya.

KAHMI, kata peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini, menjamin dan dan memberikan perlindungan hukum kepada para mahasiswa yang menjadi korban dalam aksi itu. 

Diketahui, akibat tindakan represif aparat, sedikitnya tujuh mahasiswa kader HMI terluka dan dirawat di Rumah Sakit Tarakan, Jakarta Pusat. (Alf)

tag: #hmi  #kahmi  #polri  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING
Pembaca Teropong Senayan, Yth Perhelatan Pilkada Serentak 2018 sudah usai. Hasil hitung cepat (quick count) lembaga survei telah terpublikasi secara masif. Dari publikasi ini, para pemilih pun mengerti menang atau kalahkah kandidat yang mereka pilih. Pada saat bersamaan, para kandidat capres/cawapres dan partai pendukung ditengarai juga mulai mengatur strategi menyikapi hasil pilkada. Tentu, strategi ini hendak menempatkan hasil pilkada sebagai acuan meraih kemenangan pada Pilpres 2019. Menurut Anda, siapa capres yang diuntungkan oleh hasil Pilkada 2018 :
  • Joko Widodo
  • Prabowo Subianto
  • Calon Alternatif Poros Ketiga
LIHAT HASIL POLING