Berita

Anggota DPR Sesalkan Mahalnya Tiket Pesawat

Oleh Mandra Pradipta pada hari Senin, 04 Jun 2018 - 11:30:56 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

82Ihwan-Datu-Adam.jpg.jpg

Ihwan Datu Adam (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Anggota DPR RI Ihwan Datu Adam menyesalkan tingginya harga tiket pesawat menjelang lebaran atau perayaan hari Idul Fitri 1439 H.

"Kemacetan transportasi darat di mana-mana, bukannya berimbas penurunan harga tiket pesawat karena banyak masyarakat mudik dengan jalur darat, " katanya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (4/6/2018).

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Ihwan menduga maskapai penerbangan mengambil kesempatan dalam kesempitan dengan menaikkan tiket pesawat yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah penerbangan nasional.

Wakil rakyat Senayan Dapil Kaltim-Kaltara itu berpendapat meroketnya kenaikan tiket pesawat itu seolah-olah tanpa ada kendali dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan. Dia mengaku, mendapatkan kabat bahwa tiket pesawat Jakarta-Surabaya yang biasanya di luar lebaran PP bisa dapat dengan harga kurang dari Rp 1 juta/perorang, namun sekarang ini bisa menjadi Rp 4 juta per orang.

"Ini bukan kenaikan tapi main gila, memegang monopoli, lalu menainkan harga seenaknya, " katanya.

Ilham mempertanyakan peran pemerintah, DPR dan media yang hingga hari ini nyaris tanpa ada yang menyorotinya. Kenaikan harga tiket pesawat terjadi hampir di seluruh maskapai penerbangan.

"Keadaan ini sangat mencekik masyarakat, seolah-olah seluruh uang THR harus diserahkan kepada maskapai penerbangan, " katanya.

Menurut Ihwan, sistem penjualan tiket pesawat secara online mirip pembelian saham pada bursa saham. Setiap saat harga tiket bisa naik, ucap dia, lalu turun sedikit lalu naik lagi tak terkendali.

"Jika alasan karena minimnya armada pesawat, maka hendaknya menyewa pesawat asing khusus untuk operasi lebaran agar harga bisa ditekan," ujarnya.

Namun, informasi tersebut telah dibantah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Ia memastikan kabar tiket pesawat terbang Jakarta-Surabaya seharga Rp4 juta adalah kabar bohong atau hoax karena pemerintah telah menetapkan batas atas Rp1,3 juta.

"Itu berita bohong karena ada ketentuan tarif batas atas untuk jurusan tersebut," kata Budi Karya kepada pers di Tangerang, Minggu (3/6/2018), saat meninjau persiapan mudik dan balik Lebaran 2018 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Menurut dia, berdasarkan ketentuan, tarif Jakarta-Surabaya maksimal Rp 1,3 juta dan pergi-pulang Rp 2,6 juta per penumpang.

Budi mengatakan memang operator airlines berhak mengenakan tarif sesuai batas atas tapi juga perusahaan harus menetapkan harga yang wajar dan terjangkau masyarakat.

Rute penerbangan Jakarta-Surabaya pergi pulang memang jalur favorit dan banyak penumpang, sehingga hampir setiap penerbangan terpenuhi kapasitas penerbangan.(yn)

tag: #mudik  #garuda-indonesia  #kementerian-perhubungan  

Bagikan Berita ini :