Berita
Oleh Bara Ilyasa pada hari Kamis, 07 Jun 2018 - 06:19:45 WIB
Bagikan Berita ini :

Lindungi Petani Garam, DPR Minta Pemerintah Pastikan Garam Produksi Tak Rembes ke Pasaran

19garam-553x310.jpg.jpg
Ilustrasi petani garam (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan meminta pemerintah memastikan garam produksi yang digelontorkan dari impor tidak rembes ke pasaran menjadi garam konsumsi.

Pasalnya, pemerintah sudah berkomitmen, impor garam yang kini sudah mencapai 2,3 juta ton dari total 3,7 juta ton, hanya diperuntukkan untuk pelaku industri.

Hal ini menyusul penggerebekan gudang penimbunan garam impor dan tempat pengemasannya di Gresik, Jawa Timur. Dikabarkan, dua perusahaan pengimpor terlibat dalam kasus ini. Modusnya, garam industri yang diimpor dikemas menjadi garam konsumsi.

“Pemerintah yang sudah berkomitmen, garam impor untuk industri tidak akan rembes ke pasaran, dan menjadi garam konsumsi. Jika masih ada yang rembes, dalam kaitan ada perusahaan yang nakal mengemas garam industri menjadi garam konsumsi, berarti ada kelalaian pengawasan dari pemerintah,” tegas Taufik ketika dikonfirmasi, Rabu (6/6/2018).

Taufik kembali mengingatkan, agar permasalahan impor garam ini jangan menjadi polemik lagi. Pasalnya, sebelumnya sempat terjadi polemik karena perbedaan data antara Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Namun akhirnya mendapat persetujuan dari Presiden Joko Widodo.

“Soal garam ini kan polemik. Kita negara maritim, tapi impor garam. Impor sudah dilakukan, yang ini saja sudah melukai petani garam, tapi kemudian malah rembes ke pasaran. Lalu bagaimana dengan garam hasil petani lokal? Siapa yang akan menyerap, siapa yang akan konsumsi? Jadi pemerintah harus kuatkan pengawasan agar garam ini tak rembes ke pasaran. Garam industri ya cukup dipakai industri, tak boleh masuk pasar konsumsi,” tegas Waketum PAN itu.

Sebelumnya, Kepolisian menggerebek gudang penimbunan garam impor dan tempat pengemasannya di Gresik, Jawa Timur.

Wadirtipideksus Bareskrim Polri Kombes Pol Daniel Tahi Monang Silitonga mengatakan pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat tentang kelangkaan garam. Berawal dari situ pihaknya melakukan penelusuran kemudian menemukan gudang penimbunan garam.

“Ada dua lokasi yang kami temukan. Satu gudang penimbunan kami temukan di Banyutami, Manyar dan satu ditempat pengolahannya yang berada di Jalan Mayjen Sungkono, Kebomas,” kata Daniel di lokasi Banyutami, Rabu (6/6/2018).

Daniel mengatakan dalam kasus ini ada dua perusahaan yang terlibat yakni PT PT Mitra Tunggal Swakarsa (MTS) dan PT Garindo. PT MTS merupakan perusahaan pengimpor garam dan pemilik tempat pengolahan dan pengemasan garam di Jalan Mayjen Sungkono. Sementara PT Garindo adalah pemilik gudang tempat garam PT MTS disimpan. Garam yang diimpor merupakan garam industri dari Australia dan India. Tapi oleh pihak importir, garam industri itu dikemas menjadi garam untuk konsumsi.

“Ada penyelewengan impor garam. Yang seharusnya digunakan garam industri. Tapi dikemas kembali menjadi garam untuk keperluan dapur," kata Daniel.

Daniel menyebut bahwa PT MTS telah melakukan impor garam sejak 20 April 2018 lalu. Ada sekitar 400 ribu ton garam yang diimpor. "Menurut data kami, ada 400 ribu ton garam yang diimpor. Tapi untuk di gudang ini ada sekitar 40 ribu ton. Karena yang lain sudah diolah,” kata Daniel. (Alf)

tag: #dpr  #kementerian-perindustrian  #kementeri-kelautan-dan-perikanan  #kementerian-perdagangan  #garam  #partai-amanat-nasional  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Hasto Sebut Wajar Bila Masyarakat Anggap New Normal Terlalu Buru-Buru

Oleh Givary Apriman
pada hari Kamis, 28 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Sebagian masyarakat berpendapat pemerintah terlalu terburu-buru mengeluarkan kebijakan new normal di masa pandemi corona yang masih terus meningkat. Sekjen PDIP Hasto ...
Berita

Rumor Usulan Rizal Ramli Masuk Kabinet, Pengamat Sebut Ada Banyak Syarat

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Mantan tokoh pemerintahan yang juga ekonom, Rizal Ramli, digadang-gadang untuk masuk dalam pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Alasannya, kata mereka yang mengusulkan ...