Berita
Oleh Ferdiansyah pada hari Senin, 11 Jun 2018 - 13:46:51 WIB
Bagikan Berita ini :

Fasilitasi Pertemuan Trump-Kim, Singapura Gelontorkan Rp 209 Miliar

55trump-and-kim-jong-un.jpg.jpg
Donald Trump dan Kim Jong Un (Sumber foto : Istimewa)

SINGAPURA (TEROPONGSENAYAN)--Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengatakan, pihaknya mengeluarkan dana sebesar 20 juta dolar Singapura atau sekitar Rp 209 miliar untuk memfasilitasi pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Lee menyebut, angka itu sebagai kontribusi Singapura untuk sebuah upaya internasional yang juga menjadi kepentingan nasional besar Singapura.

"Itu harga yang sanggup kami keluarkan," kata dia dalam laman The Street Times, seraya menyatakan separuh dari dana itu untuk pengamanan dua kepala negara itu.

Lee menyebut KTT itu sebagai operasi yang sangat besar mengingat skalanya, jumlah wartawan yang meliput dan tingkat keamanan yang dibutuhkan.

"Syarat keamanan jauh lebih besar dari pada pertemuan-pertemuan sebelumnya karena gengsi pertemuan ini dan wujud dari apa yang dibahasnya," sambung Lee.

Tidak hanya melibatkan berlapis-lapis pengamanan dari polisi di sekitar lokasi pertemuan, tetapi juga perlindungan 24 jam dan menyeluruh di udara, laut, dan darat, dari kemungkinan sabotase dan serangan.

"Oleh karena itu ini adalah operasi sangat besar karena merupakan pertemuan tingkat tinggi dan kami tak bisa menoleransi kesalahan sedikit pun," kata Lee.

Angka 20 juta dolar Singapura itu masih terbilang kecil jika dibandingkan dengan 150 juta dolar Singapura (Rp1,56 triliun) yang dikeluarkan untuk menggelar balap Formula One edisi tahun lalu.

Namun tetap itu membuat warga Singapura membelalakkan matanya yang juga harus menghadapi kenyataan tidak boleh lagi sembarangan masuk ke area KTT.

Menepis kekhawatiran itu, Lee berkilah bahwa KTT ini tidak saja kerja pemerintah, namun kerja seluruh elemen rakyat Singapura.(yn/ant)

tag: #amerika-serikat  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Berita Lainnya
Berita

Ridwan Tidak Buru-buru Buka Sekolah dan Pesantren, Mungkin Januari 2020

Oleh Rihad
pada hari Selasa, 02 Jun 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tidak buru-buru membuka sekolah dan pesantren di 15 wilayah zona biru. Berdasarkan wacana yang mengemuka, sekolah baru akan dibuka pada ...
Berita

Tak Edarkan Narkoba, Dwi Sasono Minta Rehabilitasi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Tidak ada indikasi aktor Dwi Sasono alias DS terlibat dalam jaringan pengedar narkoba. Demikian hasil penyidikan  Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan. ...