Berita

Kasus Penista Agama Sukmawati Di-SP3, Mardani: Jika Politis Akan Sangat Mudah Tercium

Oleh Alfian Risfil pada hari Senin, 18 Jun 2018 - 10:32:36 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

652fcb727d-ac71-4e71-8091-01345c6baca5_169.jpeg.jpeg

Sukmawati (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera meminta kepolisian menjelaskan secara gamblang ke publik soal penghentian penyelidikan (SP3) kasus dugaan penistaan agama Sukmawati Soekarnoputri.

Menurut Mardani, polisi akan mudah menjelaskan alasan dikeluarkannya SP3 Sukmawati jika pendekatan yang digunakan polisi profesional. Sama seperti SP3 yang dikeluarkan buat Habib Rizieq.

"SP3 kasus bu Sukma seperti juga kasus Habib Rizieq semua mesti dijelaskan gamblang pada publik. Karena jika pendekatannya profesional sangat mudah menjelaskan," kata Mardani saat dihubungi wartawan, Jakarta (17/6/2018).

Namun, menurut Mardani, jika penghentian suatu kasus itu politis maka bakal dengan mudah ketahuan. 

"Jika politis akan sangat mudah tercium aroma tidak pasnya," ungkapnya.

Diketahui, sebelumnya, polisi menghentikan penyelidikan dugaan penistaan agama terkait puisi 'Ibu Indonesia' yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri. Alasannya, polisi tidak menemukan unsur pidana.

"Tidak ditemukan perbuatan melawan hukum atau perbuatan pidana, sehingga perkara tersebut tidak dapat dinaikkan/ditingkatkan ke tahap penyidikan. Maka kasus tersebut di-SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyelidikan)," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal dalam keterangannya, kemarin.

Sebelumnya, puisi Sukmawati Soekarnoputri menyinggung tentang azan dan cadar menjadi kontroversi. Meski disebut sebagai opini, puisi berjudul 'Ibu Indonesia' itu tetap menuai polemik.

Puisi itu dibacakan Sukmawati dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018. Sukmawati diberi kesempatan maju ke panggung dan membacakan Puisi 'Ibu Indonesia' karyanya sendiri.

Pengurus Persaudaraan Alumni 212, Kapitra Ampera mengkritik puisi Sukmawati. Menurut Kapitra yang juga merupakan pengacara Habib Rizieq ini, ada dugaan pelanggaran dalam puisi itu.

Puisi Sukmawati pun menimbulkan reaksi dari tokoh agama. Ustaz Felix Siauw bahkan membalas puisi itu dengan membuat puisi berjudul 'Kamu Tak Tahu Syariat'.

"Kalau engkau tak tahu syariat Islam, seharusnya engkau belajar bukan berpuisi, harusnya bertanya bukan malah merangkai kata tanpa arti," demikian kutipan puisi Ustaz Feliix yang ia posting melalui akun Facebook-nya, Ustadz Felix Siauw, Senin (2/4/2018).

Dalam puisinya, Felix memang tidak menyebut tentang puisi Sukmawati. Namun poin-poin kunci yang diulas Felix dalam puisinya merupakan hal-hal yang ada di puisi putri proklamator Sukarno itu. 

Sukmawati sendiri sudah memberi klarifikasi mengenai puisinya yang menuai kontroversi. Dia menyebut, puisinya itu merupakan opini dari realita yang ada tanpa bermaksud menyinggung soal masalah SARA.

"Saya nggak ada SARA-nya. Di dalam saya mengarang puisi. Saya sebagai budayawati berperan bukan hanya sebagai Sukmawati saja, namun saya menyelami, menghayati khususnya ibu-ibu di beberapa daerah. Ada yang banyak tidak mengerti syariat Islam, seperti di Indonesia timur di Bali dan daerah lain," jelas Sukmawati saat dimintai konfirmasi.

Menurut Sukmawati, puisi yang ditulisnya menggambarkan realitas di Indonesia. Dia mengatakan apa yang dia sampaikan dalam puisi itu merupakan pendapatnya secara jujur.

"Lho Itu suatu realita, ini tentang Indonesia. Saya nggak ada SARA-nya. Di dalam puisi itu, saya mengarang cerita. Mengarang puisi itu seperti mengarang cerita," tuturnya.

Sukmawati lalu bicara soal tuduhan pembanding-bandingan azan dengan kidung 'Ibu Indonesia' yang dipersoalkan. Puisi yang dibacakannya disebut sebagai sebuah opini.

"Soal kidung ibu pertiwi Indonesia lebih indah dari alunan azanmu, ya boleh aja dong. Nggak selalu orang yang mengalunkan azan itu suaranya merdu. Itu suatu kenyataan. Ini kan seni suara ya. Dan kebetulan yang menempel di kuping saya adalah alunan ibu-ibu bersenandung, itu kok merdu. Itu kan suatu opini saya sebagai budayawati. Jadi ya silakan orang-orang yang melakukan tugas untuk berazan pilihlah yang suaranya merdu, enak didengar," tutur dia.

Ada pun puisi Sukmawati yang menjadi kontroversi adalah sebagai berikut:

Ibu Indonesia

Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat
Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan azan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat ayat alam surgawi

Pandanglah Ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya. (Alf)

tag: #pks  #polri  #penistaan-agama  

Bagikan Berita ini :