Penunjukan Pj Iwan Bule, Pengamat: Karena Peta Politik di JaBar Rentan Potensi Konflik
Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Selasa, 19 Jun 2018 - 15:29:04 WIB

Bagikan Berita ini :

13e3717bf9b4b1d5044401dd8439f70459.jpg.jpg
Sumber foto : Ist
Komjen Pol Muhammad Iriawan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai, ditunjuknya Komjen Pol Iwan Iriawan selaku Penjabat Gubernur Jawa Barat oleh Mendagri Tjahyo Kumolo tidak ada kaitannya dengan kepentingan politik.

Penunjukkan tersebut, kata dia, murni sebagai upaya pemerintah memastikan pesta demokrasi yaitu pilkada berjalan lancar dan tertib.

"Pj Gubernur yang baru dilantik bukan untuk dukung mendukung. Tapi untuk memastikan Pilkada berjalan aman dan damai. Jika Pj Gubernur Jabar tidak netral dan berat sebelah, maka sama saja melukai rakyat JaBar," ujar Direktur Eksekutif Indonesian Political Review (IPR) itu saat dihubungi di Jakarta, Senin (18/06/2018).

Ujang juga meyakini dengan ditunjuknya Iwan Bule sebagai Pj Gubernur JaBar tidak akan mengganggu soliditas parpol pendukung pemerintahan Jokowi. "Tidak berpengaruh," kata dia.

Dia yakin, penunjukkan tersebut sudah didasarkan pada peta politik di JaBar itu sendiri yang rentan dengan potensi konflik.

"Jabar itu daerah yang berpotensi rawan konflik. Karena semua kekuatan politik akan bertarung di JaBar. JaBar menjadi lumbung suara nasional. Karena memiliki jumlah pemilih terbesar di Indonesia. Semua kekuatan politik akan bertarung di JaBar. Oleh karena itu berpotensi konflik jika terjadi gesekan," katanya.

Kendati demikian, Ujang dilain sisi menyayangkan keputusan tersebut. "Baiknya memang Pj Gubernur jangan dari TNI/Polri. Tapi itulah keputusan pemerintah," ujarnya.

Saat ditanya kapan dan apakah ada contohnya bahwa JaBar adalah daerah dengan kategori rawan potensi konflik saat Pillkada sehingga membutuhkan Pj berlatarbelakang aparat kepolisian.

"Saya bilang berpotensi konflik. Ya tadi. Jika ada kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh salah satu kontestan," katanya. (Alf)

tag: #pilkada-jabar-2018  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING
Pembaca Teropong Senayan, Yth Perhelatan Pilkada Serentak 2018 sudah usai. Hasil hitung cepat (quick count) lembaga survei telah terpublikasi secara masif. Dari publikasi ini, para pemilih pun mengerti menang atau kalahkah kandidat yang mereka pilih. Pada saat bersamaan, para kandidat capres/cawapres dan partai pendukung ditengarai juga mulai mengatur strategi menyikapi hasil pilkada. Tentu, strategi ini hendak menempatkan hasil pilkada sebagai acuan meraih kemenangan pada Pilpres 2019. Menurut Anda, siapa capres yang diuntungkan oleh hasil Pilkada 2018 :
  • Joko Widodo
  • Prabowo Subianto
  • Calon Alternatif Poros Ketiga
LIHAT HASIL POLING