Ketua FPKS: Tindak Tegas Oknum Aparat yang Tak Netral
Oleh Mandra Pradipta pada hari Senin, 25 Jun 2018 - 10:00:08 WIB

Bagikan Berita ini :

47jazuli-juwaini.jpg.jpg
Sumber foto : Istimewa
Jazuli Juwaini

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Adanya oknum aparat yang diduga tidak netral di Pilkada serentak 2018 menjadi sorotan semua pihak. Namun, Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini masih percaya jika aparat negara, baik ASN, Polri, dan TNI tidak akan mengkhianati negara dan membunuh demokrasi.

"Kalau ada oknum yang tidak netral dalam Pilkada dan Pemilu harus segera ditindak tegas dan diberhentikan dari jabatannya," kata Jazuli saat dihubungi, Senin (25/6/2018).

Hal ini menanggapi pengakuan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bahwa ada oknum aparat BIN, TNI dan Polri yang tidak netral dalam Pilkada.

Jazuli sendiri menilai, pernyataan SBY sebagai peringatan bagi aparat agar menjaga betul netralitasnya. 

"Apa yang dikemukakan Pak SBY kita anggap sebagai peringatan agar kita semua sama-sama menjaga netralitas aparat negara. Hal ini sebagai bentuk kewaspadaan dan tanggung jawab untuk menjaga bangsa dan demokrasi kita agar tetap bermartabat," jelasnya.

Anggota Komisi I ini mengatakan, terlalu mahal harga yang harus dibayar bangsa ini jika aparat negara tidak netral dan ikut bermain politik.

"Aparat yang tidak netral merusak reformasi yang susah payah kita bangun dan membunuh masa depan demokrasi. Bahkan kita bisa terperosok dalam konflik sosial akibat ketidaknetralan itu. Aparat negara harus camkan betul hal ini," paparnya.

"Jangan main-main dengan kekuasaan dan kewenangan yang dipunya, jangan sampai diselewengkan," pungkas Jazuli.(yn)

tag: #jazuli  #wakilrakyat  #pilkada-serentak-2018  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca TeropongSenayan Yth

Dua pasangan calon (paslon) Pilpres 2019 telah mendaftar ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di Jakarta, Jumat (10/8/2018). Kedua paslon itu adalah Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Jokowi-Maruf didukung oleh sembilan partai. Yakni PDIP, Partai Golkar, Nasdem, Hanura, PPP, PKB, PSI,Perindo, dan PKPI. Sedangkan Prabowo-Sandiaga didukung oleh empat partai. Yakni Partai Gerindra, PAN, PKS, dan Demokrat.

Dua cawapres, yakni Maruf Amin dan Sandiaga Uno disebut-sebut turut menentukan kemenangan sang capres pada 2019 nanti. Tentu, baik Maruf maupun Sandiaga memiliki kelebihan masing-masing, yang akan diekplorasi habis-habisan guna menarik simpati pemilih.

Nah, jika pilpres dilaksanakan hari ini, siapa yang akan Anda pilih:

  • 1.Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2.Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
LIHAT HASIL POLING