Siapa Layak Jadi Juara Pilkada?
Oleh Ariady Achmad pada hari Rabu, 27 Jun 2018 - 13:09:44 WIB

Bagikan Berita ini :

35Ariady-Achmad.jpg.jpg
Sumber foto : Dok/TeropongSenayan
Ariady Achmad

Hari ini, Rabu (27/6/2018), Indonesia menggelar Pilkada Serentak di 171 daerah. Dari jumlah itu, sebanyak 17 provinsi akan menggelar pemilihan gubernur/wakil gubernur, 115 kabupaten bakal memlih bupati/wakil bupati, dan 39 kota akan menentukan wali kota/wakil wali kotaa.

Siapa yang bakal menjadi juara di 171 Pilkada tersebut? Tentu, peraih suara terbanyaklah yang pantas berpredikat juara. Pilkada, idealnya, menghasilkan juara, bukan pemenang. 

Menjadi juara di Pilkada, bukan perkara mudah. Namun, bukan pula perkara susah. Jika mudah, tentu semua orang bakal jadi juara. Sebaliknya, karena susah, maka tidak semua orang bisa menjadi juara.

Menurut saya, untuk menjadi juara Pilkada, seorang calon kepala daerah (cakada) harus memiliki empat kemampuan. Yakni, kemampuan leadership (kepemimpinan), kemampuan managerial, kemampuan eksekusi, dan kemampuan futuristik. 

Mari bedah secara ringkas masing-masing kemampuan itu. Pertama, kemampuan leadership (kepemimpinan). Jelas, ini harus dimiliki calon kepala daerah jika ingin menjadi juara Pikada. Leadership itu seni mengorganisasikan manusia. Di tataran ini, pemimpin adalah dia yang rela mendengar dan melihat seluruh manusia yang  dipimpinnya. Bukanlah seorang pemimpin jika malas mendengar dan melihat. Sebab,dari mendengar dan melihat itulah, dia mendapat informasi dan data akurat tentang kelemahan dan kekuatan orang-orang yang dipimpinnya.

Kedua, kemampuan managerial. Di level ini, pemimpin harus cerdas dan efektif mengelola pekerjaan. Termasuk kemampuan memadupadankan unit-unit kerja di bawahnya.Dengan kemampuan ini, seorang pemimpin mampu mendorong unit-unit kerja di bawahnya bekerja efektif, produktif, dan harmonis. 

Ketiga, kemampuan eksekusi. Memiliki program dahsyat saja tidak cukup bagi seorang pemimpin. Oleh karenanya dia juga membutuhkan kemampuan eksekusi. Dengan kemampuan ini, seorang pemimpin akan secepat-cepatnya merealisasikan program dan target kerja.

Keempat, kemampuan futuristik. Inilah kemampuan yang menuntut seorang pemimpin menjadi manusia intuitif sekaligus numeral (tunduk pada angka dan data). Dengan intuisi, pemimpin sanggup memproyeksi akan bagaimana dan seperti apa manusia dan wilayah yang dipimpinnya pada masa depan. Intuisi ini kian sempurna manakala bersanding dengan data  dan angka-angka pendukung. Masa depan tidak bisa dipastikan, tapi bisa direncanakan.(*)

tag: #pilkada-serentak-2018  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca TeropongSenayan Yth

Dua pasangan calon (paslon) Pilpres 2019 telah mendaftar ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di Jakarta, Jumat (10/8/2018). Kedua paslon itu adalah Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Jokowi-Maruf didukung oleh sembilan partai. Yakni PDIP, Partai Golkar, Nasdem, Hanura, PPP, PKB, PSI,Perindo, dan PKPI. Sedangkan Prabowo-Sandiaga didukung oleh empat partai. Yakni Partai Gerindra, PAN, PKS, dan Demokrat.

Dua cawapres, yakni Maruf Amin dan Sandiaga Uno disebut-sebut turut menentukan kemenangan sang capres pada 2019 nanti. Tentu, baik Maruf maupun Sandiaga memiliki kelebihan masing-masing, yang akan diekplorasi habis-habisan guna menarik simpati pemilih.

Nah, jika pilpres dilaksanakan hari ini, siapa yang akan Anda pilih:

  • 1.Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2.Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
LIHAT HASIL POLING