Berita
Oleh M Anwar pada hari Senin, 02 Jul 2018 - 10:34:03 WIB
Bagikan Berita ini :

Korupsi e-KTP, KPK Panggil Yasonna dan Aburizal Bakrie

65febri.jpg.jpg
Febri Diansyah (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memanggil lima saksi dalam penyidikan kasus korupsi proyek e-KTP. D iantaranya, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly dan mantan Ketum Golkar Aburizal Bakrie.

Selain Yasonna dan Aburizal, KPK juga memanggil politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tamsil Linrung, mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Diah Anggraeni, dan satu saksi lain bernama Mulyadi. Menurut juru bicara KPK Febri Diansyah, mereka diperiksauntuk tersangka Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung.

Dalam penyidikan perkara KTP-e dengan tersangka Irvanto, keponakan mantan ketua DPR Setya Novanto--yang sudah dipidana dalam pengadilan perkara ini-- serta pengusaha Made Oka, KPK mendalami aliran dana proyek KTP-e terkait proses pembahasan anggarannya.

Irvanto bersama Made Oka, pengusaha sekaligus rekan Setya Novanto, telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi KTP-e pada 28 Februari 2018.

Irvanto diduga sejak awal mengikuti proses pengadaan KTP-e dengan perusahaannya, PT Murakabi Sejahtera, dan beberapa kali mengikuti pertemuan di Ruko Fatmawati bersama tim penyedia barang proyek KTP-e. Ia juga diduga mengetahui ada permintaan bayaran untuk mempermudah proses pengurusan anggaran KTP-e.

Irvanto diduga menerima total 3,4 juta dolar AS para periode 19 Januari-19 Februari 2012 yang diperuntukkan bagi Setya Novanto.

Sedangkan Made Oka merupakan pemilik PT Delta Energy di Singapura yang diduga menjadi perusahaan penampung dana.

Made Oka melalui kedua perusahaannya diduga menerima total 3,8 juta dolar AS yang diperuntukkan bagi Setya Novanto; 1,8 juta dolar AS melalui OEM Investment Pte Ltd dari Biomorf Mauritius, dan dua juta dolar AS melalui rekening PT Delta Energy. Made Oka diduga menjadi perantara uang suap untuk anggota DPR sebesar lima persen dari proyek KTP-e.(yn/ant)

tag: #menkumham-yasonna-laoly  #korupsi-ektp  #kpk  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Politikus PDIP: Penerapan New Normal Tanpa Persiapan Matang, Hanya Akan Menimbulkan Kematian Massal

Oleh Sahlan Ake
pada hari Kamis, 28 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Indonesia bersiap memasuki fase New Normal atau penormalan baru ditengah pandemi covid-19. Sejumlah langkah dan strategi disiapkan pemerintah termasuk melibatkan aparat ...
Berita

Guru Besar IPB :  New Normal Berlaku Jika Covid-19 Tidak Bertambah

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Hermanto Siregar menjelaskan Indonesia baru mencapai situasi new normal jika jumlah kasus Covid-19 baru secara harian ...