Rumah Sofyan Basir Digeledah KPK, Komisi VI Hati-hati Bahas PMN Buat PLN
Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Minggu, 15 Jul 2018 - 19:26:31 WIB

Bagikan Berita ini :

35Sartono.jpg.jpg
Sumber foto : Istimewa
Sartono

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Anggota Komisi VI DPR RI Sartono mengatakan, pihaknya akan mempertimbangkan usulan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 15 triliun yang diajukan PT PLN untuk tahun anggaran 2019. Komisi VI bakal lebih hati-hati membahas PMN tersebut 

Hal tersebut dikemukakan Sartono menyusul adanya penggeledahan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap rumah Dirut PLN Sofyan Basyir dikawasan Benhil, Jakpus hari ini Minggu (15/7/2018), terkait kasus dugaan suap salah satu proyek listrik 35.000 watt yang melibatkan salah satu wakil ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih.

"Kita menunggu dahulu perkembangan dan pernyataan resmi KPK. Yang jelas kami komisi 6 selama ini di dalam setiap pembahasan PMN selalu cermat dan ke penuh ke hati-hatian," kata Politikus Demokrat itu saat dihubungi di Jakarta, Minggu (15/7/2018).

Dan tentunya, lanjut dia, Komisi VI juga mempertimbangkan kondisi keuangan negara saat ini dan juga meningkatnya nilai kurs dollar mencapai 14.400 serta target asumsi APBN 2018 meleset jauh.

"Yang jelas saya ikut prihatin atas hal tersebut (penggeledahan rumah Dirut PLN oleh KPK)," pungkasnya singkat.(yn)

tag: #enimaulani  #kpk  #pln  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING