Berita
Oleh M Anwar pada hari Jumat, 27 Jul 2018 - 16:01:19 WIB
Bagikan Berita ini :

KPK Siap Hadiahi Sepeda Bagi Pengungkap Pelaku Penyerangan Novel Baswedan

96WhatsApp_Image_2018-07-27_at_10.17.03.jpeg.jpeg
Penyidik senior KPK Novel Baswedan kembali bekerja di kantornya di gedung KPK Jakarta pada Jumat (27/7/2018) (Sumber foto : Antaranews)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Wadah Pegawai (WP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadiahkan sepeda bagi orang yang berhasil mengungkapkan penyiram air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

"Sepeda ini akan terus ada di depan lobi KPK sampai pelaku penyiraman bang Novel ditemukan," kata Ketua WP KPK Yudi Purnomo Harahap di gedung KPK Jakarta, Jumat (27/7/2018).

Yudi menyampaikan hal itu saat acara penyambutan kedatangan Novel Baaswedan yang kembali bekerja hari ini setelah mengalami penyiraman air keras oleh dua orang pengendara motor pada 11 April 2017 seusai salat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Hingga saat ini pelaku penyerangan tersebut belum ditangkap.

"Sepeda ini tidak hanya 1, tapi bisa jadi 2, 3, 4, 5 di halaman gedung KPK akan penuh dengan sepeda karena rakyat ingin kasus bang Novel dituntaskan, untuk itu bang Novel dan teman-teman, sepeda ini kami taruh di sini sebagai simbol bahwa kita tidak akan pernah berhenti untuk mendukung pengungkapan kasus bang Novel, bahkan sampai 2019, 2020, dan seterusnya jadi ini adalah sepeda dari wadah pegawai KPK," tambah Yudi.

Yudi pun lalu menaruh sepeda jenis BMX warna hitam dan putih seharga Rp 950 ribu yang dibeli di satu toko di Pasar Jumat pada Kamis (26/7) di panggung kecil di depan lobi KPK.

Pemberian sepeda itu mengingatkan dengan kebiasaan Presiden Joko Widodo memberikan sepeda kepada masyarakat yang dapat menjawab kuis saat menghadiri suatu acara di daerah.

Novel tiba di gedung KPK sekitar pukul 09.00 WIB dan disambut oleh Ketua KPK Agus Rahardjo, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Direktur Gratifikasi KPK Giri Supradiono, mantan pimpinan KPK Abraham Samad dan Bambang Widjojanto, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, para aktivis antikorupsi serta sekitar 200 orang pegawai KPK yang mengenakan kemeja putih dengan pita merah di lengan kanan.

Dalam kesempatan tersebut, Yudi juga membacakan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo.

"Perkenankan kami wadah pegawai KPK sebagai perwakilan pegawai-pegawai di KPK di dalamnya termasuk Novel Baswedan, 16 bulan sejak terjadi kasus penyerangan Novel Basedan belum menunjukkan titik terang. Padahal sbagaimana kita ketahui, Desember 2017 tiga orang pembunuh jurnalis antikorupsi di Malta sebelum kasus Novel Baswedan sudah diproses di pengadilan," ungkap Yudi

Menurut Yudi, WP KPK juga sudah pernah mengirimkan surat kepada Presiden beberapa bulan lalu.

"Bapak Presiden, izinkan kami kembali mengingatkan melalui surat ini sebagai lanjutan surat Wadah Pegawai KPK yang telah dikirm pada bulan-bulan lalu yang sampai hari ini belum ada balasan maupun tindak lanjut. Kami ingin mengingatkan bahwa penyerangan terhadap Novel Baswedan bukan penyerangan biasa, tapi upaya untuk membunuh hadirnya negara yang sedang berupaya memberantas korupsi yang menggurita," jelas Yudi.

Dalam surat tersebut, Yudi juga mengatakan bahwa apa yang menimpa Novel Baswedan dapat menimpa siapa saja.

"Untuk itu kami tidak menuntut banyak, kami hanya menuntut negara hadir untuk Novel Baswedan dan pemberantasan korupsi melalui pengungkapan kasus Novel Baswedan. Apabila dirasa belum ada titik terang dari kerja lembaga yang ada saat ini, kami berharap sikap tegas Presiden membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) sekarang juga," tegas Yudi.(yn/ant)

tag: #kpk  #novel-baswedan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I: Mau Dibawa ke Mana TVRI?

Oleh Bachtiar
pada hari Kamis, 28 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi I DPR RI Sukamta menyesalkan sikap Dewan Pengawas (Dewas) TVRI yang tetap memilih Direktur Utama (Dirut) TVRI baru-baru ini. Untuk diketahui, Iman ...
Berita

Menteri PPN: Bali Akan Dibuka Kembali Untuk Wisatawan Juli Mendatang

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso manoarfa mengatakan bahwa pemerintah akan membuka kembali aktivitas bisnis di Bali untuk menarik minta wisatawan ke sana, ...