Berita
Oleh Mandra Pradipta pada hari Rabu, 01 Agu 2018 - 14:06:01 WIB
Bagikan Berita ini :

Jazuli Ajak Mahasiswa UIN Jakarta Hapus Stigma Umat Islam Anti-NKRI

66Jazuli-UIN-Jkt.jpg.jpg
Jazuli Juwaini (tengah) mendampingi Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid melaksanakan acara Sosialisasi 4 Pilar MPR di Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Rabu (1/8/2018) (Sumber foto : Mandra Pradipta/TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini mendampingi Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid melaksanakan acara Sosialisasi 4 Pilar MPR di Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Rabu (1/8/2018). Acara ini dibuka Hidayat Nur Wahid selaku Wakil Ketua MPR.

Dalam sambutannya HNW menerangkan pentingnya sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai upaya untuk menjaga dan mengokohkan ke-Indonesia-an.

Sementara, Jazuli Juwaini dalam presentasinya menekankan pentingnya memahami sejarah perjuangan dan kemerdekaan Indonesia yang penuh pengorbanan terutama dari kalangan ulama dan umat Islam.

Makanya, ia termasuk yang menyesalkan adanya upaya mendeskriditkan ulama dan umat Islam sebagai anti-NKRI dan anti-Pancasila.

"Kita tidak menafikan perjuangan saudara-saudara kita yang lain, tapi jelas tidak bisa dipungkiri pengorbanan terbesar kemerdekaan Indonesia disumbang oleh ulama dan umat Islam. Maka dalam tubuh umat ini mengalir darah cinta NKRI dan Pancasila," kata Jazuli mantap.

Pernyataan Jazuli ini menanggapi pernyataan dan pertanyaan Ketua Senat Mahasiswa UIN dan beberapa mahasiswa yang merasa kondisi kebangsaan akhir-akhir ini seolah ada benturan antara keislaman dan keindonesiaan, fenomena persekusi ulama, hingga tuduhan ulama anti-NKRI.

Anggota Komisi I DPR RI ini kemudian memaparkan fakta sejarah betapa ulama dan umat Islam begitu cinta NKRI.

"Siapa yang legowo dan berlapang dada saat 7 kata dalam Piagam Jakarta, yang sudah disepakati bersama, akhirnya dihapus? Ulama kita! Demi saudara-saudara kita dari Indonesia Timur supaya tetap bergabung dalam NKRI dan mengurungkan niat memisahkan diri," ujarnya.

"Siapa yang tokoh yang terkenal dengan pekik takbirnya? Bung Tomo! Beliau menghayati betul menjaga kemerdekaan negeri ini sebagai panggilan jihad," terangnya.

"Panglima Besar Jenderal Sudirman adalah seorang ulama dari Persyarikatan Muhammadiyah, yang totalitas berjuang dengan tetap menjaga ketaatan dalam ibadah yang diteladani seluruh pasukannya," tambahnya.

"Siapa pula yang punya inisiatif menyatukan kembali NKRI yang dipecah belah oleh Belanda menjadi Negara Serikat atau RIS? Muhammad Natsir! Dengan Mosi Integral-nya pada tahun 1950, Indonesia kembali menjadi negara kesatuan. Siapa M. Natsir? Ketua Umum Partai Islam Masyumi," tuturnya.

Jadi, kata Jazuli, sangat besar pengorbanan ulama dan umat Islam dalam meraih dan menjaga kemerdekaan.

"Maka saya mengajak mahasiswa UIN ayo hapus stigmatisasi umat Islam anti NKRI atau anti Pancasila. Caranya dua," ucapnya.

"Yang pertama, mari kita pahami dan pahamkan sejarah kepada masyarakat betapa besar pengorbanan ulama dan umat Islam bagi bangsa ini. Dan kedua, mari kita jaga Indonesia ini dengan menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dengan sungguh-sungguh sebagai warisan ulama dan umat Islam," ungkapnya.

Di akhir acara, Anggota DPR Dapil Banten ini membagikan kepada seluruh peserta buku karyanya yang relevan dengan diskusi, berjudul "Ulama dan Pesantren Mewariskan Indonesia Merdeka". Buku yang diberi pengantar oleh KH. Salahudin Wahid dan Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid ini bercerita tentang kontribusi ulama dan kaum santri sepanjang sejarah perjuangan bangsa.

"Buku ini bentuk kecintaan kita pada Indonesia, agar generasi sekarang tidak melupakan sejarah atau "jas merah" dan tidak melupakan jasa ulama atau "jas hijau" sehingga kita semua bisa mengambil peran sejarah untuk menjaga Indonesia", tutup Jazuli disambut tepuk tangan meriah.(yn)

tag: #jazuli  #wakilrakyat  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Tak Kuasa Menahan Kemarahan Risma, Mobil PCR Akhirnya Beroperasi di Surabaya

Oleh Sahlan Ake
pada hari Sabtu, 30 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Usai membuat marah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, akhirnya mobil laboratorium PCR bantuan BNPB dioperasikan di Kota Surabaya, Jawa Timur, mulai Sabtu ...
Berita

Driver Ojol Akan Mengadu ke Jokowi Jika Dilarang Bawa Penumpang Saat New Normal

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Apabila pemerintah melarang ojol untuk mengangkut penumpang saat kebijakan new normal diberlakukan nanti, maka Pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Gabungan ...