Berita
Oleh Mandra Pradipta pada hari Selasa, 21 Agu 2018 - 14:22:33 WIB
Bagikan Berita ini :

Masih Hitung Untung-Rugi, Pemerintah Tak Punya Prikemanusiaan Soal Gempa Lombok

8_102840821_antarafoto-korban-terdampak-gempa-lombok-060818-as (1).jpg.jpg
Ilustrasi (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono menilai,pemerintah tidak punya prikemanusiaan terkait gempa Lombok, NTB.

Hal ini menyusul sikap pemerintah yang masih hitung-hitungan soal untung rugi soal terkait penetapan bencana nasional.

Bahkan, menurut Bambang, menteri-menteri pembantu Jokowi juga terkesan asal bicara dan tak mengerti aturan hukum.

"Menteri tak usah ngomong kalau tak ngerti aturan, terutama para menteri yang sedang sibuk menjadi Caleg untuk Pemilu tahun depan," kata Bambang di Jakarta, Selasa (21/8/2018).

Menurutnya, Lombok harus diprotek keselamatannya secara baik dan maksimal. Sebab, satu saja nyawa manusia hilang, nilainya tak terhingga.

"Pemerintah tidak serius menangani bencana ini. Padahal, justru Bali dan Lombok sebagai ikon pariwisata nasional bisa rusak akibat penanganan bencana yang tidak serius ini," ujarnya.

Tak hanya itu, pemerintah pun dianggap tidak peka atas penderitaan masyarakat setempat dan tidak tanggap terhadap bencana tersebut, lantaran kerusakanyang paling luas adalah infrastruktur.

"Tidak saja rumah-rumah dan fasilitas umum, jalan-jalan penghubung juga mengalami kerusakan parah," ungkapnya.

Bahkan, kata Bambang, bandara dan pelabuhan ikut mengalami kerusakan. Kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan miliar.

"Pemerintah wajib menetapkan bencana gempa Lombok ini sebagai bencana nasional. Wilayah Lombok Timur dan Lombok Utara sudah lumpuh. Pemda tak bisa berbuat banyak," tegas dia.

"Kerugian ekonomi sosial terutama sektor pariwisata paling terdampak. Wisatawan asing pun bisa kapok datang ke Lombok lagi, bila penanganan bencananya seperti sekarang ini. Selama ini pemerintah pusat hanya menyerahkannya kepada Pemda setempat. Padahal, Pemda punya keterbatasan," paparnya.

Politisi Gerindra ini pun membeberkan, UU No.24/2007 tentang Penanggulangan Bencana sudah mengamanatkan agar pemerintah segera menetapakan tragedi Lombok sebagai bencana nasional sesuai indikator yang diatur dalam Pasal 7 ayat (2) UU No.24/2007.

Indikator sebagai bencana nasional di Lombok sudah terpenuhi seperti jumlah korban yang banyak, kerugian harta benda, kerusakan sarana dan prasarana, dan cakupan luasnya wilayah yang terkena bencana.

"Dan, hingga saat ini Perpres yang menetapkan status bencana nasional itu belum terbit," pungkasnya. (Alf)

tag: #komisi-v  #dpr  #gempa-bumi  #menteri-jokowi  #partai-gerindra  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Pengamat: Dirjen Bea Cukai Harus Diganti

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 16 Mar 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Desakan perombakan di Ditjen Bea Cukai mengemuka dari para pengamat menyusul Operasi Tangkap Tangan KPK terhadap oknum Bea Cukai di Jakarta dan Lampung dan barang bukti ...
Berita

LBH Ansor Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) –Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor mengecam keras peristiwa kekerasan berupa penyiraman air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak ...