Berita
Oleh Amelinda Zaneta pada hari Minggu, 23 Sep 2018 - 15:52:12 WIB
Bagikan Berita ini :

Khawatir Timbulkan Kericuhan, Pengamat: Sikap WO SBY Sudah Benar

58ketua-bem-ui-sby-lebay0.jpg.jpg
SBY (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai, sikap walkt out (WO) Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudoyono (SBY) sudah tepat.

Hal tersebut, menurut Ujang, merupakan respon spontan yang wajar demi menghindari kerusuhan antar pendukung.

“Wajar jika SBY walk out, ujar Ujang melalui pesan singkat kepada TeropongSenayan di Jakarta, Minggu (23/9/2018).

Ujang menyebut, sikap tersebut juga dikarenakan SBY merasa telah direndahkan oleh para pendukung Jokowi.

“Karena SBY merasa diolok-olok oleh pendukung salah satu pasangan Capres dan Cawapres,” jelas dia.

Dari segi politik pun, Ujang menilai, keputusan WO SBY karena dia memposisikan diri sebagai korban dari olok-olok pendukung Jokowi.

“Namun dalam politik juga perlu ketahanan mental. Jika ada yang menyerang atau mengolok-olok hindari saja. Gerakan kampanye damai harus mendamainkan, tidak boleh memancing suasana yang bisa menimbulkan kericuhan,” pungkasnya. (Alf)

tag: #susilo-bambang-yudhoyono-sby  #kpu  #pilpres-2019  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Menjaga Fondasi Kepercayaan: Menghindari Skenario Ekstrem “70% PDB Keluar dari Pasar”

Oleh Chairul Munawar Tanjung
pada hari Jumat, 16 Jan 2026
Sebagai pelaku usaha yang telah melalui beberapa siklus ekonomi di Indonesia, saya merasa perlu menyampaikan keprihatinan dan sekaligus harapan mengenai kondisi ekonomi kita belakangan ini. Dalam ...
Berita
Sebut Situasi Seperti 1998

Hariman Siregar : Demokrasi Dikendalikan Elit Politik dan Oligarki

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Tokoh peristiwa Malari dokter Hariman Siregar menilai situasi sosial politik nasional saat ini seperti tahun 1998. Dia menyebut persamaan itu antara lain ditandai oleh ...