Soal 'Buku Merah', KPK Bantah Ada Perusakan Barang Bukti
Oleh Amelinda Zaneta pada hari Rabu, 10 Okt 2018 - 13:15:21 WIB

Bagikan Berita ini :

6Agus-Rahardjoi-Amel.jpg.jpg
Sumber foto : Amelinda Zaneta/TeropongSenayan
Agus Rahardjo di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (10/10/2018)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo membantah ada perusakan barang bukti berupa penyobekan buku merah yang  menjadi bukti kasus korupsi pengusaha CV Sumber Laut Perkasa, Basuki Hariman dan anak buahnya Ng Fenny.

Dikabarkan Indonesialeaks, perusakan alat bukti berupa buku merah itu dilakukan penyidik KPK dari unsur kepolisian lantan dalam alat bukti tersebut ada dugaan aliran dana ke Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

“Pengawas internal sudah memeriksa kamera. Kamera merekam tetapi penyobekan (buku merah) itu tidak ada di kamera, tidak kelihatan,” kata Agus di Kompleks Parlemen, Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (10/10/2018).

Agus menyebut, kasus tersebut sudah terjadi hampir satu tahun yang lalu. Karena itu, ucap dia, pihaknya memutuskan tidak memberi sanksi.

“Nah, karena terjadi perdebatan pada waktu itu kita belum memberikan sanksi yang semestinya, karena belum ketemu ya kemudian sebaiknya (dua penyidik dari Polri) dipulangkan. Apalagi waktu itu kalau tidak salah ada pemanggilan dari polisi upaya bersangkutan ditarik kembali (ke Polri),” tuturnya.

Meski begitu, Agus berjanji akan dilakukan pemeriksaan kembali kasus yang menyedot perhatian publik tersebut.

“Jadi memang hari ini pak Heri sebagai deputi baru di BPN akan melakukan eksaminasi. Coba nanti kita lihat, tapi sebetulnya kalau kita lihat ini pembuktiannya susah,” paparnya.(yn)

tag: #kapolri-jenderal-pol-tito-karnavian  #kpk  #korupsi  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING