Mulai 15 Oktober, Guru Honorer Bakal Mogok Mengajar
Oleh Ferdiansyah pada hari Jumat, 12 Okt 2018 - 10:13:40 WIB

Bagikan Berita ini :

27GURU_HONORER_5.jpg.jpg
Sumber foto : Dok/TeropongSenayan
Demo guru honorer

GUNUNG KIDUL (TEROPONGSENAYAN)--Anggota Forum Honorer Sekolah Negeri (FHSN) Kabupaten Gunung Kidul bersama-sama mengajukan izin untuk tidak mengajar mulai 15 Oktober hingga 31 Oktober 2018. Aksi tersebut diharapkan bisa mendorong pemerintah pusat memperhatikan nasib mereka.

"Kami sudah rapat koordinasi terkait dengan aksi izin mengajar dan bekerja dengan seluruh anggota. Izin dilakukan 15 Oktober hingga 31 Oktober," kata Ketua FHSN Aris Wijayanto di Gunung Kidul, Jumat (12/10/2018).

Keputusan bersama itu, menurut dia, sudah diumumkan lewat media sosial dan diberitahukan lewat surat tertulis kepada koordinator kecamatan (korcam) dan koordinator SMP se-Gunung Kidul.

Total jumlah guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap yang bekerja dari tingkat taman kanak-kanak sampai sekolah menengah pertama di Gunung Kidul mencapai 2.000 orang.

FHSN antara lain mendesak pemerintah mencabut Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 36 tahun 2018, menghentikan perekrutan calon pegawai negeri sipil jalur umum, dan mendorong penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) untuk menyelesaikan permasalahan guru dan tenaga honorer.

Koordinator FHSN wilayah Kecamatan Semanu Wahyu Arinto mengatakan hari ini akan berkoordinasi dengan para guru tidak tetap di Semanu untuk ikut izin tidak mengajar.

"Kami mengumpulkan GTT dan PTT yang ada di Semanu untuk menyamakan persepsi terkait dengan izin tidak mengajar mulai Senin, 15 Oktober," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunung Kidul Bahron Rasyid mengaku belum mendapatkan laporan mengenai rencana para guru tidak tetap izin tidak mengajar bersama selama dua minggu.

"Saya berharap bapak ibu GTT dan PTT tidak akan tega meninggalkan tugas begitu lama, tapi di sisi lain saya juga memahami ikhtiar teman-teman," katanya.(yn/ant)

tag: #honorer-k2  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING