Berita

Pemilu 2019 Untungkan PDIP dan Gerindra, Demokrat: Kami Tak Bergantung pada Coattail Effect

Oleh Mandra Pradipta pada hari Senin, 12 Nov 2018 - 09:11:53 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

15ahy.jpg

Agus Harimurti Yudhoyono (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Sejumlah survei menyebutkan Pemilu 2019 hanya menguntungkan dua partai, PDIP dan Gerindra. Alasannya, kedua parpol itu memiliki calon pada Pilpres mendatang, yang berefek pada pemilih di Pemilu nanti. Menanggapi hal ini, Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku, akan menjalankan strategi internal.
 
"Itu realitanya yang harus dihadapi partai-partai lainnya," kata AHY di Jakarta, Minggu (11/11/2018).
 
"Kami punya strategi sendiri, kalau bergantung pada coattail effect itu berarti kita terlalu berharap. Hope is not strategy," tambahnya.
 
AHY berharap, dengan strateginya itu, Demokrat bisa sukses mendapatkan kursi banyak di Parlemen. Bagaimanapun, ujar dia, saat ini partai berlomba untuk bisa memenuhi syarat ambang batas parlemen (parliamentary threshold) pada pemilu 2019 yang ditetapkan sebesar 4 persen.
 
"Yang jelas pda akhirnya kami ingin yakinkan caleg Demokrat sukses berhasil dapatkan kursi di Senayan," tuturnya.
 
Sementara itu, Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini menyebut, ada dua tantangan terkait naiknya ambang batas tersebut.
 
"Pertama ada coattail effect (efek ekor jas)," kata Titi.
 
Coattail effect adalah kondisi ketika preferensi pemilih dipengaruhi kandidat presiden.
 
Dengan kondisi tersebut, partai pendukung presiden terpilih juga merupakan mayoritas di parlemen.
 
Tantangan kedua, menurut Titi, ambang batas parlemen yang lebih tinggi memerlukan soliditas calon legislatif (caleg).
 
Titi menyebut, caleg-caleg yang diusung partai politik (parpol) harus bekerja dengan sungguh-sungguh dengan energi yang sama untuk memenangkan parpol.
 
Menurut dia, akan menjadi masalah apabila antara satu caleg dengan caleg yang lain tidak memiliki upaya yang sama untuk memenangkan parpol.
 
Ini akan membuat parpol kemungkinan sulit menembus ambang batas parlemen 4 persen.
 
"Kalau caleg tidak bekerja melakukan pemenangan, sulit untuk lolos, untuk memperoleh kursi (di parlemen)," sebut Titi.
 
Oleh karena itu, imbuh Titi, parpol dan calegnya harus solid. Sebab, yang harus dihadapi adalah ambang batas parlemen yang besar di tengah jumlah parpol peserta pemilu yang semakin banyak dibandingkan pemilu 2014.(yn)
tag: #agus-yudhoyono  #partai-demokrat  #pemilu-2019  

Bagikan Berita ini :