Berita
Oleh Ferdiansyah pada hari Rabu, 14 Nov 2018 - 23:14:40 WIB
Bagikan Berita ini :

Mustofa Widjaja: Jaga Alam Kepri yang Asri

15Mustofa-Widjaja-Antara-1024x709.jpg.jpg
Mustofa Widjaja (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Calon Anggota DPD RI dari Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) periode 2019-2024, Mustofa Widjaja turut memperingati Hari Kesehatan Nasional tahun ini.

Mustofa mengatakan, keindahan alam yang Kepri punya adalah modal berharga yang jarang dimiliki oleh daerah lain di Indonesia. Ini harus dipahami dan dijaga masyarakat, bahwa secara lahiriah Kepri sudah lebih sehat dari daerah lain yang berbasis daratan.

“Semisal di kota-kota besar, banyaknya polusi, volume kendaraan, perkantoran padat, gedung-gedung tinggi, dan sebagainya, membentuk tekanan hidup yang tinggi, Kepri masih sangat kondusif untuk hidup sehat,” ujar Mustofa dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/11/2018).

Kondisi alam sebuah tempat, kata Mustofa, diakui orang turut mempengaruhi tingkat kesehatan, bahkan kebahagiaan masyarakatnya. Karenanya ia mengajak masyarakat Kepri untuk menjaga keindahan alam Kepri, demi terjaganya kebahagiaan hidup.

“Kadang orang karena sudah hidup bertahun-tahun, merasa biasa saja. Ini yang harus dicegah. Kita harus senantiasa menyadari nikmat Allah ini untuk selalu menjaganya,” beber Ketua Dewan Pembina Forum Kepri Bersatu tersebut.

Mantan Kepala BP Batam ini berpendapat Peringatan Hari Kesehatan Nasional juga harus jadi tonggak akselerasi perbaikan kesehatan masyarakat di seluruh tanah air. Sebab kesehatan adalah modal awal dari segala aktivitas manusia.

Ia menegaskan pola hidup sehat harus dijaga masyarakat agar terus bisa beraktivitas dengan baik. Sehat-tidaknya seseorang sangat menentukan kualitas kebahagiaan hidupnya.

“Kesehatan adalah nikmat paling berharga yang diberikan Allah kepada kita. Sakit sedikit saja bisa membuat kita lemas tak berdaya. Karena itu penting untuk menjaganya,” pungkas Mustofa.

Hari Kesehatan Nasional jatuh pada Senin (12/11/2018) kemarin. Ini diperingati sejak 12 November 1959. Ketika itu penyemprotan nyamuk Malaria secara simbolis dilakukan oleh Presiden Soekarno di Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.(yn)

tag: #dpd  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
DD X Teropong Senayan
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Ayo ke Bali, Syarat Tes Bebas Corona Tak Berlaku Lagi

Oleh Rihad
pada hari Minggu, 05 Jul 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Pengelola Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali mempermudah persyaratan bagi penumpang yang ingin bepergian menggunakan pesawat terbang. Tak ada lagi persyaratan yang ...
Berita

Paket Prakerja Dihentikan, Legislator PKS: Sangat Pantas Karena Tak Jelas Manfaatnya

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari memutuskan untuk menghentikan program paket pelatihan kartu ...