Berita
Oleh Sahlan Ake pada hari Jumat, 01 Mei 2015 - 17:58:53 WIB
Bagikan Berita ini :

Ribuan Buruh Tidak Minta Jokowi Mundur, Tanya Kenapa?

84DEMO_MAYDAY_5.jpg
Demo Buruh KSPI di Jakarta, Jumat (1/5/2015) (Sumber foto : Indra Kesuma/TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Usai solat Jumat berjamaah di kawasan Monumen Nasional (Monas), ribuan buruh berkumpul di depan Istana Kepresidenan menyampaikan sejumlah tuntutan. Aneh mereka tak menuntut Jokowi mundur.

Padahal, beberapa hari menjelang tanggal 1 Mei 2015 atau peringatan Hari Buruh Dunia, kalangan buruh bersuara garang. Mereka umumnya akan menuntut Presiden Jokowi mundur lantaran dinilai tidak berpihak pada nasib buruh.

Hanya saja saat berada beberapa langkah dari istana justru tak meneriakan hal itu. Mereka lebih memilih menolak upah murah dengan kenaikan upah minimum provinsi/kota (UMP/K) sebesar 32% dan menolak kenaikan upah lima (5) tahun sekali.

Selain itu juga mendesak pemerintah untuk mengubah standar kebutuhan hidup layak (KHL) menjadi 84 item dari 60 Item KHL. Mereka juga mendesak pemerintah untuk segera menghapus sistem kerja outsourcing khususnya di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Selain itu mereka juga menolak kenaikan harga BBM, elpiji, tarif dasar listrik (TDL) sesuai harga pasar dan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Tak terkecualai mereka juga menyuarakan prinsip Akhiri Keserakahan Korporasi.

Ditemui di lapangan Monas, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nuwawea menyampaikan masih banyak tututan buruh yang belum dipenuhi. Namun tak sedikit yang sudah dilaksanakan.

"Ada empat unsur penting (tuntutan buruh-red) pendidikan, kesehatan, transportasi, perumnas. Perumnas sudah terpenuhi. Tinggal transportasi. Kalau rumah sewa sekarang mahal sekitar lima ratus ribu rupiah," ujar Andi Gani.

Ditemui di kawasan depan istana negara, Jakarta, Jumat (1/5/2015) putra mantan Menaker Nuwawea ini menambahkan kenaikkan gaji memang sebesar 20 persen. Namun akibat kenaikkan harga bahan pokok sehingga tak ada artinya.

Sementara itu, Andi menyampaikan untuk peringatan buruh hari ini memang lebih banyak dihadiri oleh para buruh dibanding tahun kemarin. Menurut keterangannya, total yang berkumpul di depan Istana Negara sekitar 191.000 buruh.

"Meskipun banyak tapi tidak ada kaca gedung pecah jadi May Day tidak perlu ada yang ditakuti. Itu jaminan yang saya sampaikan pada Kapolri. Kami siap bertanggung jawab kalau ada hal kisruh," tandasnya.(ris)

tag: #demo buruh  #jakarta  #kspi  #andi nuwawea  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
DD X Teropong Senayan
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Diduga Libatkan Gubernur Papua Barat, KPK Diminta Usut Tuntas Kasus Wahyu Setiawan

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 13 Jul 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Peneliti Transparency International Indonesia (TII) Alvin Nicola meminta KPK mengusut tuntas kasus Wahyu Setiawan yang diduga tidak hanya menerima suap dari politisi Harun ...
Berita

Jazilul Sepakat Rencana Pemerintah Bubarkan Lembaga Yang Tak Produktif

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mendukung rencana Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) yang ingin membubarkan lembaga yang ...