Berita

84 Jenazah Mulai Membusuk

DPR: Kemenkes Lambat Tanggani Korban Tsunami

Oleh Sahlan Ake pada hari Selasa, 25 Des 2018 - 12:22:27 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

39korban-tsunami-banten.jpg.jpg

Sejumlah relawan mengumpulkan jasad korban meninggal dunia akibat gelombang tsunami untuk dievakuasi ke rumah sakit di Pantai Sembolo, Carita, Pandeglang, Banten, ke Puskesmas Labuhan, Minggu (23/12 - 2018). (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf Effendi menyanyangkan keberadaan korban tsunami Banten yang sudah mulai membusuk. 

Dia pun mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk bertindak cepat dengan mengirimkan freezer ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah Pandeglang, Banten.

"Mengenai catatan freezer mayat ini kami akan desak lagi secepatnya," kata Dede Yusuf saat dihubungi, Selasa (25/12/2018).

Kemenkes sendiri, kata politikus Demokrat ini sudah melaporkan mengenai tenaga kesehatan dan obat sejak day-1. 

"Mereka saat ini memang fokus kepada korban yang selamat. Namun fasilitas memang tidak siap untuk jumlah korban banyak," katanya.

Seharusnya, kata dia, Kemenkes sudah bisa mengantisipasi dengan pengalaman bencana sebelumnya. Sehingga tidak ada mayat yang membusuk.

"Kalau korban mayat terkena air memang lebih cepat membusuk," kata Dede Yusuf.

Sebanyak 84 jenazah korban bencana gelombang tsunami yang melanda Perairan Selat Sunda, Sabtu (22/12/2018) malam, membusuk di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah Pandeglang, Banten.

"Semua jenazah itu belum teridentifikasi dan kondisinya sudah sulit dikenali keluarga," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Raden Dewi Sentani saat ditemui di Posko Utama Bencana Tsunami, Labuan, Pandeglang, Selasa (25/12/2018).

Pengelola RSUD Berkah Pandeglang tidak memiliki fasilitas lemari pendingin mayat dengan jumlah kapasitas banyak.

Saat ini, jenazah disimpan di ruangan tanpa pendingin sehingga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.

Karena itu, Dewi meminta Kementerian Kesehatan dapat membantu menyalurkan alat kontainer freezer untuk menyimpan jenazah yang bisa menampung dengan jumlah banyak itu.

Kondisi jenazah sudah tiga hari terakhir tentu sudah membusuk dan berubah warna, sehingga petugas sulit melakukan identifikasi.

"Kami mengusulkan kepada petugas agar jenazah yang tidak dikenali itu di foto agar bisa diketahui ciri-cirinya oleh keluarga mereka," katanya. (Alf)

tag: #komisi-ix  #dpr  #kementerian-kesehatan  #tsunami  

Bagikan Berita ini :