Jakarta
Oleh Bara Ilyasa pada hari Selasa, 08 Jan 2019 - 19:20:53 WIB
Bagikan Berita ini :

Pajak Parkir DKI Naik 30 Persen

44parkir-liar.jpg.jpg
Lahan parkir liar (Istimewa) (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Kasubdit Peraturan Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta,Nur Vitria mengatakan sedang mematangkan dasar hukum kenaikan pajak parkir dengan DPRD DKI Jakarta.

Menurutnya, pematangan dasar hukum kenaikan pajak parkir akan melalui perubahan atas Perda No16/2018 tentang Pajak Parkir DKI Jakarta.

"Tadi ada pertanyaan apakah ada klaster raperda ini? Tidak ada, kami pukul rata dengan (kenaikan) tarif maksimal 30%. Tujuan menaikkan pajak parkir karena kami mencoba melakukan ekstentifikasi pajak," ujar Nur di Jakarta (8/1/2019).

Dia juga menjelaskan perubahan raperda itu membahas soal penghitungan pajak parkir. BPRD DKI awalnya mengusulkan penghitungan biaya atau pelayanan parkir sudah termasuk pajak di dalamnya.Hal itu tertuang dalam Pasal 6 raperda Pajak Parkir di Jakarta.

Dengan begitu, dia memaparkan apabila biaya parkir yang dibayar konsumen sebesar Rp5.000 per jam berarti yang bersangkutan tak perlu membayar tambahan 20% untuk pajaknya.

"Jadi, kalau biaya parkirnya Rp5.000/jam ya pajak sudah termasuk di dalamnya. Tidak perlu ditambah lagi," tuturnya.

Selain soal kenaikan pajak parkir, Nur Vitria juga mengatakan pembahasan lain yang akan diatur di dalam raperda yaitu soal zonasi khusus, misalnya pajak parkir di kawasan pelabuhan dan jasa parkir prioritas (valet parking) di restoran atau pusat perbelanjaan.

"Harus ditegaskan bahwa jasa valet parking memang bukan objek pajak, tetapi tempat parkirnya akan dimasukkan ke dalam target pendapatan asli daerah (PAD)," ujar Nur Vitria.

Sebelumnya, Plt. Kepala BPRD DKI Jakarta, Faisal Syafruddin mengatakan kenaikan pajak parkir kendaraan dapat mendongkrak PAD Ibu Kota. Pendapatan Pemprov DKI dari pajak parkir setiap bulan sekitar Rp50 miliar atau Rp600 miliar per tahun.

Jika pajak parkir naik 10% saja, Pemprov DKI berpotensi mendapat tambahan sekitar Rp5 miliar per bulan. Potensi peningkatan PAD sangat realistis mengingat penambahan kendaraan roda empat atau mobil berkisar 900 unit per hari dan motor 1.400 unit per hari. (ahm)

tag: #dki-jakarta  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Hujan Lebat Berpotensi Guyur Jakarta Hari Ini

Oleh Tommy
pada hari Jumat, 29 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memprediksi,  hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang akan ...
Jakarta

Nikmati THR Full, PSI ke TGUPP DKI: Mereka Bekerja Tidak Bersentuhan Langsung ke Masyarakat

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta menyayangkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak memangkas tunjangan hari raya Tim Gubernur Untuk ...