Zoom
Oleh Alfian Risfil pada hari Jumat, 18 Jan 2019 - 03:14:34 WIB
Bagikan Berita ini :

Debat Pilpres Perdana: "Keheningan Kiai Ma'ruf" Curi Perhatian

77maruf-1.jpeg.jpeg
Ma'ruf Amin (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Sepanjang debat perdana Pilpres 2019 berlangsung, Kamis (17/1/2019) malam, sosokCawapres KH Ma'ruf Amin paling menyedot perhatian publik. Termasuk paranetizen di sosial media.

Ma'ruf menjadi perhatian bukan karena performa atau ketangkasannya dalam berdebat, melainkan karena memiliki porsi berbicara yang sangatkecil dibanding pasangannya, petahana Capres Jokowi.

Betapa tidak, sepanjang sekitar 2 jam debat berlangsung, Ma'ruf lebih banyak diam dan mendengar. Apalagi,saat awal-awal sesi debat, sang kiaitampak seperti hanya menjadi 'tukang ambil nomor undian'dari sebuah toples yang disodorkan moderator debat.

Selama 40 menit pertama acara debat berlangsung, Jokowi menjawab semua pertanyaan yang diajukan moderatorseorang diri.

Bahkan, Ma’aruf Amin sempat menolak melanjutkan pemaparan saat diberi kesempatan berbicara oleh Jokowi. Hal ini ketika kubu 01 mendapat pertanyaan terkait penegakan hukum tanpa diskriminasi di Indonesia.

Ma’aruf Amin menolak permintaan Jokowi untuk melanjutkan pemaparan dengan sinyal melambaikan tangan.

Jokowi sempat mendesaknya. Tetapi, Ma’aruf bergeming dan hanya memberi kalimat singkat, padahal waktu masih tersisa 28 detik.

“Saya mendukung apa yang dikatakan Pak Jokowi,” jawab Ma’aruf datar.

Sementara di kubu seberang, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terkesan sudah matang menyiapkan jawaban dengan saling bergantian.

Prabowo di kesempatan menjawab pertama, Sandiaga kemudian melanjutkan sampai habis. Begitu seterusnya.

Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Amien Rais menyayangkanperan Ma'ruf Amin yangnyaris tidak ada dalam debat.Menurutnya, Ma'ruf hampir tidak terlihat berperan apa-apa.

Catatan redaksi TeropongSenayan, dalam debat ini, Ma'ruf memang tercatat hanya sesekali dipersilahkan bicara oleh Jokowi. Diantaranya mengenai masalah disabilitas, terorisme, dan kontraterorisme.

Sedangkan sisanya seluruhnya dilahap Jokowi. Termasuk menjawab berbagai pertanyaan yang disampaikan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Menanggapi hal ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengaku mafhum soal performa Ma'ruf Amin yang lebih banyak diam selama debat.

Bahkan, JK memandang, memang sudah hakikat seorang wakil untuk lebih memberi porsi kepada penampil utama, dalam hal ini Capres Jokowi.

"Kan (Ma'ruf) berbicara juga tadi, walaupun ya memang wakil selalu begitu (porsi sedikit). Harus, nomor satu harus lebih banyak daripada nomor dua," kata JK di kediamannya, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (17/1/2019).

Terpisah, Ketua Umum Hanura, Oesman Sapta Odang alias OSO, justru memuji performa Ma'ruf Amin.OSO menanggap Ma'rufmampu menempatkan diri sebagai Cawapres.

"Ya hebat, Kiai Ma'ruf dapat menahan dirinya untuk tidak menjawab. Dia berikan kesempatan kepada calon presiden," kata OSO usai debat di Hotel Bidakara, Jakarta.

OSO menilai porsi Ma'ruf yang minim bicara sudah tepat, karena menurutnya, kehadiran Jokowi sudah mampu mencerminkan jawaban keduanya.

"Kenapa begitu? Karena dia memamg seorang wakil. Wakil itu biasanya presiden tidak ada, dia (baru) mewakili," jelas OSO.

TKN AkanEvaluasi Manajemen Waktu Ma'ruf Amin

Sementara itu,Dewan PenasihatTim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin,Romahurmuziy mengakubakal mengevaluasi manajemen waktu Ma'ruf Amin dalam menyampaikan pernyataan dalam debat selanjutnya.

"Yang pastitime menagementkarena ini debat pertama bagi Kiai Ma'ruf juga. Itu akan menjadi sangatconcernkita," kata Romahurmuziy, ditemui usai debat.

Romi panggilan akrabnya, menjelaskan bahwa seharusnya Ma'ruf lebih banyak berbicara menganai isu dari sisi Islami.

Tak hanya itu, Ma'ruf nantinya juga bakal dilatih tentang penggunan intonasi dalam mengungkapkan pernyataan.

Selain itu, Romi juga mengatakan bahwa pihaknya akan mengevaluasi pemilihan kata yang diucapkan oleh Jokowi.

"Saya berkali-kali mengingatkan kitasettingsebagai ulama ada ayat dan hadist, mestinya disampaikan tapi (tadi) belum disampaikan," kata Romi.

"Saya juga sampaikan kepada Pak Jokowi sebagaiincumbentmemerlukan istilahnya diksi telah sedang dan akan. Kalimat begitu itu enggak muncul," katanya.

Sebelumnya, Sekretaris TKN, HastoKristiyanto, juga mengakui bahwa Ma'rufsedikit berbicara dalam debat sesuai dengan pembagian tugas.

"Bukan sangat sedikit, pembagian tugas seperti itu, karena memang kiai Ma'ruf betul-betul membantu Pak Jokowi, melengkapi Pak Jokowi," kata Hasto usai nonton bareng debat di Rumah Aspirasi, Menteng, Jakarta.(Alf)

tag: #maruf-amin  #pilpres-2019  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Zoom Lainnya
Zoom

Langkah Tegas Benny Rhamdani Cegah Pengirimanan Migran Ilegal

Oleh Rihad
pada hari Rabu, 16 Sep 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) terus berusaha mencegah pengiriman  imigran ilegal ke luar negeri.  Faktanya, BP2MI berhasil menggagalkan ...
Zoom

BPIP: Masyarakat Sering Terjebak Anggapan Negara Agama dan Negara Sekuler

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Dikotomi antara negara agama dan negara sekuler merupakan perdebatan panjang dalam sejarah politik kenegaraan. Beberapa negara dunia memilih salah satu dari keduanya ...