Berita

Pengamat: Pembebasan Baasyir akan Gerus Suara Jokowi

Oleh ferdiansyah pada hari Rabu, 23 Jan 2019 - 10:00:02 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

93abu-bakar-baasyir-biografi-web-2.jpg.jpg

Ustadz Abubakar Baasyir (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Pengamat politik dari Indonesia Public Institute (IPI)  Jerry Massie menilai pembebasan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir akan menggerus suara Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019.
 
"Ini bisa berdampak buruk bagi Jokowi pada pilpres. Harusnya pembebasan jangan di ajang pilpres," kata Jerry di Jakarta, Selasa (22/1/2019).
 
Ia mengaku heran dengan pembisik di sekitar petahana yang seharusnya bisa memberikan masukan-masukan yang baik bagi kepentingan Jokowi di pilpres.  Rencana pembebasan Abu Bakar Ba'asyir oleh pemerintah tak ada keuntungan bagi Jokowi di pilpres. 
 
"Bagi saya ini wrong time atau waktu yang salah dan kurang tepat. Tidak ada keuntungan bagi Jokowi. Sebuah langkah gegabah dari Jokowi. Sebetulnya jangan masuk ke dalam domain ini. Kasus terorisme itu berbahaya," ujar Jerry. 
 
Dengan adanya pembebasan kepada Ba'asyir, kata dia, publik akan menilai bahwa Jokowi lemah terhadap kasus terorisme. "Akan turun (suara),  jika Abu Bakar Ba'asyir dibebaskan. Banyak warga Indonesia yang anti terhadap teroris," katanya. 
 
Ia menambahkan, Jokowi harus membuat kebijakan prorakyat dan mengubah konsep yang populis. "Ini bukan menaikkan elektabilitas tapi bisa menggerus suara Jokowi. Jokowi perlu membuat kebijakan yang populis, paling penting jangan terburu-buru membuat keputusan," katanya. (plt)
 

 

tag: #terorisme  

Bagikan Berita ini :