Berita
Oleh Ferdiansyah pada hari Rabu, 27 Feb 2019 - 13:10:38 WIB
Bagikan Berita ini :

WN Cina Masuk DPT, KPU: Tidak Sengaja, Salah Input

tscom_news_photo_1551271975.jpg
Ilustrasi (Sumber foto : Ist)

CIANJUR (TEROPONGSENAYAN) --Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur mengaku ada kesalahan memasukkan nomor induk kependudukan (NIK) warga negara asing (WNA) ke dalam daftar pemilih tetap (DPT).

Komisioner KPU Kabupaten Cianjur, Anggy Sophia Wardhani mengatakan, KPU akan melakukan perbaikan atau koreksi atas kesalahan input data NIK tersebut.

"Ada kesalahan penginputan NIK yang dilakukan petugas kami (KPU-red)," ujar Anggy kepada wartawan Selasa (26/2/2019).

Ia pun mengakui memang ada warga Cianjur yang bernama Bahar dan beralamat di Cianjur.

Namun, kata Anggy, yang dimasukkan ke dalam daftar pemilih adalah NIK WNA asal Cina. Kesalahan penginputan data ini akan segera diperbaiki secepatnya.

Intinya, ungkap Anggy, KPU bukan dengan sengaja memasukkan WNA menjadi pemilih. Melainkan betul-betul murni kesalahan input NIK WNA ke dalam data pemilih.

Sehingga, kata Anggy, WN Cina itu tidak menjadi pemilih. Sementara untuk WNI atas nama Bahar akan segera diperbaiki pula agar sesuai dengan NIK yang bersangkutan.

Lebih lanjut, Anggy mengungkapkan, informasi yang diperolehnya WNA memang diperbolehkan memiliki KTP sesuai dengan Undang-Undang Nomr 24 Tahun 2013. Di mana secara administrasi kependudukan WNA yang tinggal menetap di Indonesia karena memiliki izin tinggal tetap wajib memiliki KTP sama dengan WNI dan hal ini belum dipahami masyarakat.

Perbedaannya, kata Anggy, mereka tidak bisa menggunakan KTP tersebut untuk memilih. Sebabnya dalam KTP itu disebutkan pula kewarganegaraan dari WNA tersebut.

Sebelumnya, di media sosial (medsos) ramai dikabarkan seorang NIK WNA asal Cina masuk dalam DPT. Namun nama dalam DPT tersebut atas nama WNI asal Cianjur bernama Bahar.

Sementara itu, Bahar yang NIK-nya salah diinput ke daftar pemilih mengaku heran jika identitasnya terutama NIK yang terdaftar dalam pemilih berbeda dengan NIK aslinya. "Hal ini baru terjadi,’’ ujar dia yang tinggal di Gang Arrohim RT 01/03 Kelurahan Sayang, Kecamatan/Kabupaten Cianjur.

Bahar mengaku sejak dari 1996 tinggal di Cianjur dan tidak bermasalah dalam DPT. Namun informasi NIK-nya diinput salah oleh KPU diketahuinya dari Ketua RT.

Menurut Bahar, ia mengaku khawatir saat pelaksanaan pemilu nanti tidak bisa menyalurkan hak pilihnya. Pasalnya, meskipun sudah ada dalam daftar pemilih, namun NIK dalam DPT dan di KTP-nya berbeda. (Alf)

tag: #kpu  #ektp  #cina  #pemilu-2019  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Irwan Desak Kemendes Percepat Penyaluran BLT Dana Desa

Oleh Sahlan Ake
pada hari Minggu, 31 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota DPR RI Irwan terus mendorong Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) untuk segera menyalurkan semua bantuan langsung tunai ...
Berita

DPR Kaji Draf Perpres Pelibatan TNI dalam Penanggulangan Terorisme

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Komisi III DPR akan mengkaji draf peraturan presiden (Perpres) tentang pelibatan TNI dalam penanggulangan terorisme. Perpres yang diajukan oleh Kementerian Hukum dan HAM ...