Berita
Oleh Fitriani pada hari Kamis, 28 Feb 2019 - 01:57:15 WIB
Bagikan Berita ini :

KPAI: 14 Siswa Pengidap HIV di Solo Sudah Bisa Lanjutkan Sekolah

tscom_news_photo_1551293835.jpg
Ilustrasi (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Sebanyak 14 siswa pengidap HIV/AIDS di bawah Yayasan Lentera Solo sudah bisa melanjutkan pendidikan. Sebelumnya, mereka ditolak oleh wali murid SDN Purwotomo sehingga terpaksa keluar dari sekolah tersebut.

KomisionerKomisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI),Bidang Pendidikan, Retno Listiarti menyatakan, sudah melihat langsung kondisi anak-anak pengidap HIV/AIDS tersebut di Yayasan Lentera. Menurutnya, anak-anak tersebut dalam kondisi baik dan ceria.

Hal tersebut berbeda dengan anak-anak pengidap HIV/AIDS yang biasanya tertutup dan takut dengan orang asing.

Dia menegaskan, delapan dari 14 anak tersebut sudah bisa sekolah kembali. Tiga di antaranya masih dalam proses administrasi dan tiga sisanya belum bisa sekolah karena terkendala kondisi kesehatan.

"Mereka sudah terpenuhi hak atas pendidikannya, namun kami tidak bisa mengatakan dimana lokasi sekolah mereka," terang Retno kepada wartawan seusai rapat koordinasi dengan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo di Balai Kota Solo, Rabu (27/2/2019) malam.

Dalam rapat ini, turut hadir juga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A), juga Dinas Sosial.

Selain dinas terkait, rapat koordinasi tersebut juga dihadiri oleh Komisi Penanggulang AIDS Indonesia Surakarta (KPAIS), Yayasan Lentera dan K.ementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI.

"KPAI mengundang Kemdikbud dalam rapat koordinasi tersebut mengingat kasus anak-anak dengan HIV kerap kali kehilangan hak atas pendidikan di sekolah formal karena penolakan orangtua siswa lainnya," kata Retno.

Dikatakan Retno, hal tersebut penting di antisipasi dengan pembuatan regulasi sebagai payung hukum yang memberikan perlindungan khusus terhadap anak-anak dengan HIV.

"Mengingat kasus serupa kerap terjadi, dimana pada tahun 2011 terjadi penolakan seorang siswi di salah satu SMA swasta di DKI Jakarta, tahun 2012 terjadi di salah satu Taman Kanak-kanak (TK) di Gunung Kidul, Jogjakarta, dan tahun 2018 di Nainggolan, Samosir, Sumatera Utara," katanya.

Retno menegaskan, KPAI bakal terus memantauperkembangan anak-anak pengidap HIV/AIDS tersebut secara berkala. Saat ini, sudah ada petugas dari Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) dari Dinas Sosial yang memberikan pendampingan secara rutin kepada anak-anak tersebut. Retno melihat secara mental anak-anak tersebut kuat.

"Kami akan memantau agar anak-anak tersebut tidak mendapat bullying di sekolah.
Kalau anak-anak itudibully,upaya untuk memulihkan atau tekanan psikologis akibat pembullyan akan dilakukan oleh teman-teman Sakti Peksos di sini," imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, mengatakan, Pemkot telah berupaya agar anak-anak pengidap HIV/AIDS tersebut tetap bisa sekolah. Pemkot juga telag melaporkan secara rinci kepada KPAI mengenai kondisi anak-anak tersebut. "Biar mereka sendiri yang menilai apakah kami hanga sekadar membela diri atau sudah melakukan upaya maksimal," ujarnya. (Alf)

tag: #pendidikan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Donald Takan Tinjau Ulang UU Yang Lindungi Perusahaan Medsos

Oleh Aries Kelana
pada hari Kamis, 28 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Gegara menganggap beberapa perusahaan media sosial (medsos) tidak netral dan terlibat dalam aksi politik, Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan meninjau ...
Berita

Pedagang Indramayu Mondar-mandir ke Jakarta, Ternyata Positif Covid 19

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu  mengumumkan ada satu pasien positif corona usai libur lebaran. Pasien positif tersebut berinisial J ...