Berita

Seknas Prabowo-Sandi: DPT Pemilu 2019 Masih Amburadul

Oleh Alfian Risfil pada hari Senin, 18 Mar 2019 - 16:06:21 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1552899981.jpg

M Taufik (tengah) di Posko Seknas Prabowo-Sandi, Jalan Hoscokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2019). (Sumber foto : TeropongSenayan.dok)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) –Kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinilai tak becus. Satu bulan jelang hari pencoblosan 17 April 2019, Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilu dan Pilpres 2019 di Jakarta ternyata masih amburadul.

Ketua Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi, Mohamad Taufik megungkapkan, ada sekitar ribuan warga Jakarta yang terancam kehilangan hak konstitusionalnya pada  17 April 2019, untuk memilih Presiden dan wakilnya di legislatif.

Menurut dia, temuan ribuan DPT bermasalah ini sangat memprihatinkan, karena data dari penetapan penyempurnaan daftar pemilih tetap hasil perbaikan ke dua (DPTHP-2) masih berantakan.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI itu menerangkan, hasil sisiran tim data Seknas Prabowo-Sandi dari data DPTHP-2 banyak sekali keanehan karena satu TPS di RT/RW setempat hanya terdapat satu orang pemilih warga asli.

’’Misalnya, di TPS 104 RT 15 RW 07 Cilandak, masak jumlah pemilih cuma 1. Warga yang lain kemana? Belum lagi, ada jumlah RW 22, padahal di situ RW-nya hanya 11. Dugaan saya, ini menjrus kecurangan ,’’ kata Taufik di Posko Seknas Prabowo-Sandi, Jalan Hoscokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2019).

Dia mengungkapkan, data resmi DPTHP-2 yang dianalisi tim data Seknas Prabowo-Sandi penuh dengan keganjilan. Bahkan, dugaan adanya manipulasu data sangat terasa.

’’Ingat, menghilangkan hak demokrasi warga pada 17 April 2019 bisa dipidana. Saya minta KPU secara berjenjang segeta merapikan ini. Tak ada alasan waktu. KPU fokus saja perbaiki data pemilih’’, tegas Taufik.

’’Enggak mungkin satu RT pemilihnya 1 orang atau 4 orang. Kami sudah telusuri. Saya meyakini, ini jumlahnya masih ribuan. Kami juga sudah menghubungi KPU,’’ sambung Taufik.

Wakil Ketua DPRD DKI itu, mendesak KPU serius membenahi sengkarut DPT tersebuy. Hal ini demi menghindari potensi kecurangan dalam pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan.  

’’Saya kira, masalah DPT ini harus segera dibereskan. Masa yang begini belum beres-beres. Memalukan,’’ sindirnya.

Di tempat yang sama, Koordinator Data Pemilih Seknas Prabowo-Sandi, Ahmad Sulhy mengaku, miris dengan persoalan DPT yang tak kunjung selesai. Padahal, daftar pemilih yang ditemukan di 22 kelurahan dari 267 kelurahan yang ada di Jakarta.

’’Pukul 11,00, tadi  kami tim data seknas Prabowo-Sandi menyampaikan temuan hasil analisa DPT perbaikan kedua. Kami sampaikan, baru 22 kelurahan dari 267 kelurahan yang ada di Jakarta. Saat ini Tim kami masih menelusuri seluruh wilayah Jakarta,’’ papar Sulhy.

Dia menjelaskan, 22 kelurahan ada 132 TPS yang memunculkan data pemilih hanya kurang dari 20 pemilih. Permasalahan, hampir sama dengan wilayah lain. Yakni, rata-rata satu RT itu satu pemilih. Ini bisa di cek langsung oleh KPU. ’’Bayangkan, di Rawa Barat Kebayoran baru, hanya ada 7 RT. Tapi tertulis 8. Bagaimana tidak aneh,’’ beber Sulhy

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI itu menegaskan, keganjilan jumlah pemilih dalam satu RT tersebut mesti diselesaikan dalam waktu cepat. Jika, hanya satu kelurahan mungkin pihaknya masib menerima alasan atau pembenaran KPU  kesalahan input data.

’’Ini ada 22 kelurahan. Kalau betul ada pemilihnya, sayang sekali karena banyak yang akan kehilangan hak pilih. Jumlah TPS di Jakarta ada 29.061. Kami, baru cek 132 TPS saja di 22 kelurahan. Ini akan kami sisir semua. Kami, tak akan segan pidanakan dan ambil langkah ke DKPP,’’ tandasnya. (Alf)

tag: #prabowosandiaga  #pemilu-2019  #kpu  #pilpres-2019  #mtaufik  

Bagikan Berita ini :