Berita

NU Dorong Gerakan Indonesia Bebas TBC

Oleh Fitriani pada hari Kamis, 21 Mar 2019 - 18:38:59 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1553168339.jpg

PBNU mendorong gerakan Indonesia bebas TBC pada Peringatan Hari TBC se-Dunia, di Gedung PB NU, Jakarta, Kamis (21/3/2019). (Sumber foto : ist)


JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--PBNU mendorong gerakan Indonesia bebas TBC. Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj menyampaikan hal tersebut pada Peringatan Hari TBC se-Dunia, di Gedung PB NU, Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Menurut Said Aqil, NU memiliki komitmen tinggi dalam membantu pemerintah dalam mengeliminasi TBC di NKRI. 

”Sebagai bagian dari bangsa ini dan memiliki massa terbanyak, setiap warga NU wajib memulai dari dirinya sendiri untuk melawan TBC. NU telah menyatakan berjihad melawan TBC," katanya.

Jika seluruh rakyat Indonesia dari Aceh sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote menyatakan hal yang sama,menurut Said Aqil, lndonesia pasti segera terbebas dari penyakit TBC. 

”Tak ada jalan lain bahwa seluruh anak bangsa, dari berbagai sektor, harus memiliki komitmen untuk melawan TBC," katanya. 

NU melalui Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) terus berpartisipasi aktif dalam penanggulangan tuberkulosis (TBC) di Indonesia. Hal ini sejalan dengan target prioritas Kementerian Kesehatan saat ini, yaitu eliminasi TBC, penurunan stunting (anak balita pendek akibat kekurangan asupan gizi), dan peningkatan mutu serta capaian imunisasi. 

Terkait penanggulangan TBC ini, LKNU telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan-dalam hal ini adalah Subdirektorat TBC-yang didanai oleh Global Fund sebagai Sub-Recipient Khusus (SRK) pada periode 2018-2020. Beberapa kegiatan dari kerja sama tersebut, diantaranya kegiatan penemuan kasus, pendampingan pasien TBC, edukasi kepada masyarakat, dan advokasi di setiap level kebijakan. Berbagai kegiatan tersebut merupakan peran nyata LKNU dalam mendukung pemerintah menuju eliminasi TBC. 

Pada peringatan HTBS kali ini, LKNU telah melakukan serangkaian kegiatan. Yakni akselerasi penemuan kasus baru melalui investigasi kontak dan skrining (penapisan) massal di setiap kabupaten/kota wilayah kerja LKNU. Kegiatan ini berlangsung selama Januari-Maret 2019. Sejak Januari 2019 hingga saat ini, kader terlatih telah melakukans krining terhadap 100.000 dan menemukan hamper 1.000 kasus baru. (plt)

tag: #pbnu  

Bagikan Berita ini :