Berita
Oleh pamudji pada hari Kamis, 28 Mar 2019 - 13:16:48 WIB
Bagikan Berita ini :

Antara Jokowi atau Prabowo, Ini Pandangan Rizal Ramli

tscom_news_photo_1553753808.jpeg
Ekonom senior Rizal Ramli (Sumber foto : ist)

YOGYAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Ekonom senior Rizal Ramli menyatakan, yang terpenting dari Pilpres adalah nasib rakyat. Dari agenda lima tahunan itu, nasib rakyat harus jelas, akan lebih baik atau tidak.

“Kita dalam menghadapi pilpres ini tidak penting amat siapa yang menang. Karena pada dasarnya hanya ada dua capres. Yang penting adalah nasib rakyat kita lebih baik atau tidak,” ujarnya di Yogyakarta, Rabu (27/3/2019).

Dari kacamata perekonomian Indonesia, lanjut dia, pilpres saat ini persoalannya bukan pada pilihan calon.

“Bukan kita memilih si A atau si B tetapi mana yang bisa membawa Indonesia lebih makmur dan lebih hebat,” tegasnya.

Rizal kemudian memaparkan apa saja kelebihan dan kekurangan kedua capres, apa yang terjadi dengan perekonomian Indonesia setelah pilpres diketahui siapa pemenangnya.

Dia menilai prestasi Jokowi menonjol di bidang infrastruktur dan itu betul-betul dijadikan sebagai komitmennya. Namun demikian tidak bisa dipungkiri perekonomian negara tidak hanya tergantung dari infrastruktur semata-mata melainkan menyangkut banyak hal seperti lapangan pekerjaan maupun daya beli masyarakat.

“Pak Joko Widodo prestasinya menonjol tetapi saya khawatir jika terjadi over claime dan strateginya tidak berubah, bisa saja gagal menyejahterakan rakyat, gagal memperkokoh ekonomi makro. Target tujuh persen tercapai 5 persen. Utang makin besar,” kata dia.

Menurut Rizal Ramli, pertumbuhan ekonomi Indonesia jika hanya 5 persen maka tidak akan mampu meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan dan buruh.

“Ekonomi tumbuh 5 persen maka nggak bakal ada tambahan lapangan pekerjaan yang berarti. Kalau lebih tinggi pasti akan tersedia lebih banyak,” kata dia.

Pertanyaan berikutnya, lanjut dia, seandainya Prabowo yang menang bagaimana kondisi perekonomian Indonesia.

“Ada nggak harapan untuk lebih baik? Memang dia belum teruji sebagai presiden tetapi dari apa yang saya baca dan dia ingin lakukan kelihatan akan terjadi perubahan strategi,” jelasnya.

Rizal mengemukakan, apabila Prabowo terpilih dan dalam 100 hari dia akan menurunkan tarif listrik, itu sebetulnya sama saja dengan memberikan uang di kantong rakyat sebesar Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu.

“Dan itu menyangkut puluhan juta keluarga. Maka secara otomatis rakyat punya daya beli lagi dan otomatatis pula ekonomi tumbuh lebih baik,” terang dia.(plt)

tag: #jokowi  #prabowo-subianto  #rizal-ramli  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Berita Lainnya
Berita

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra Ini Kritik Skema PMN-Dana Talangan Untuk BUMN, Kenapa?

Oleh Bachtiar
pada hari Jumat, 05 Jun 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi VI DPR RI Khilmi mengkritik langkah pemerintah yang memberikan relaksasi bagi sejumlah BUMN-BUMN melalui skema dana Talangan dan Penyertaan Modal Negara ...
Berita

Koruptor Proyek Listrik Raja Ampat Ditangkap, Dites Dulu Sebelum Masuk Penjara

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Tim Intel Kejaksaan Agung bersama Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan menangkap Selviana Wanma atau Selvi (SW), terpidana kasus dugaan korupsi proyek pembangkit ...