Jakarta

Survei: Dampak Haji Lulung Hijrah ke PAN, Suara PPP di Jakarta Tergerus

Oleh Alfian Risfil pada hari Jumat, 05 Apr 2019 - 14:46:52 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1554450412.jpg

Haji Lulung (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Kurang dari dua pekan lagi, Pemilu 2019 untuk pertama kalinya akan digelar secara serentak, yakni memilih presiden dan wakil presiden sekaligus anggota legislatif baru baik di tingkat pusat maupun daerah.

Ketua Barisan Muda (BM) PAN DKI Jakarta Utara, Pancar Lukman Nur Hakim meyakini, partainya akan memperoleh suara maksimal di Ibu Kota.

Hal ini, merujuk pada hasil survei internal. Menurutnya, Partai berlambang Matahari Terbit di DKI mengalami trend naik yang sangat signifikan. Demikian juga dengan elektabilitas paslon Capres dan Cawapres nomor 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Selain karena pengaruh dari Ijtima" Ulama, dan kerja keras para Caleg PAN di seluruh DKI, yang juga menjadi pemantik adalah hijrahnya tokoh politik Betawi, Haji Lulung dari PPP ke PAN ternyata punya daya dongkrak luar biasa," kata Pancar kepada wartawan, Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Dia menjelaskan, merapatnya Abraham "Lulung" Lunggana yang kini menjadi calon legislatif DPR RI dari PAN daerah pemilihan (Dapil) DKI Jakarta III, berdampak langsung pada suara kinstituen PPP yang ternyata juga memutuskan ikut hijrah ke PAN, khususnya di Jakarta.

Hal tersebut, lanjut Pancar, terasa langsung di suara akar rumput. Dimana, penolakan warga terhadap Caleg asal Partai Pendukung Capres 01 terjadi hampir di seluruh DKI, utamanya di basis-basis suara partai Ka"bah.

"Meskipun ada politik uang atau sembako yang masih kerap terjadi, menurut pengakuan warga mereka hanya sekedar menerima, namun tetap konsisten menolak memilih Capres 01 dan juga Caleg pendukungnya. Alasan warga sederhana, karena janji politik Pilpres 2014 yang tidak dipenuhi," beber Pancar.

Dia melanjutkan, alasan lain yang juga banyak ditemukan di lapangan adalah mereka terpengaruh dengan hengkangnya Haji Lulung dari PPP.

Bagi warga Jakarta, tambah Pancar, Haji Lulung adalah simbol perlawanan terharap penista Agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok juga beberap waktu lalu membuat republik ini gaduh luar biasa.

"Ternyata, sikap politik Haji Lulung membuat turbulensi khususnya di basis suara PPP DKI. Ini jumlahnya akan sangat besar bagi perolehan PAN di DKI Jakarta. Karena beliau (Haji Lulung) dianggap istiqomah dan konsisten membela rakyat dan membela umat Islam, terang Pancar. 

Berikut perolehan suara Pileg 2019 berdasarkan hasil survei internal PAN DKI:

DPR RI :

Dapil I Jaktim : 1 Kursi

Dapil II Jakpus, Jaksel, Luar Negeri: 1 Kursi

Dapil III : Jakbar, Jakut & Kep.Seribu : 2 Kursi

Total : 4 Kursi

DPRD DKI Jakarta :

Dapil 1 Jakpus : 2 Kursi

Dapil 2 Jakut : 2 Kursi

Dapil 3 Jakut : 2 Kursi

Dapil 4 Jaktim : 2 Kursi

Dapil 5 Jaktim : 2 Kursi

Dapil 6 Jaktim : 2 Kursi

Dapil 7 Jaksel : 2 Kursi

Dapil 8 Jaksel : 2 Kursi

Dapil 9 Jakbar : 2 Kursi

Dapil 10 Jakbar : 3 Kursi

Total: 21 Kursi

Untuk diketahui, sosok Haji Lulung sebelumnya telah dua kali terpilih sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, yakni pada Pileg 2009 dan Pileg 2014, sebagai kader PPP. 

Namun, kini dia memutuskan pindah jadi Caleg PAN pada pertengahan 2018 lalu setelah dipecat oleh bekas Ketum PPP Romahurmuziy alias Rommy yang baru-baru ini terciduk OTT KPK dalam kasus dugaan makelar jabatan di Kementerian Agama.

Pada Pileg 2019, Haji Lulung yang juga Ketum Bamus Betawi tidak lagi mencalonkan diri jadi anggota DPRD DKI Jakarta lagi, tetapi memilih maju ke Senayan sebagai anggota DPR RI.

Adapun kursi PAN di DPRD pada periode 2014-2019 hanya dua kursi, sedangkan PPP 10 kursi. (Alf)

tag: #ppp  #haji-lulung  #partai-amanat-nasional  #dki-jakarta  #pemilu-2019  

Bagikan Berita ini :