Opini

Catatan Menarik dari Pemilu 2019 di Malaysia

Pemilu di Malaysia, Siapa Pemenangnya?

Oleh Khairul Hamzah pada hari Senin, 15 Apr 2019 - 15:15:26 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1555316126.jpg

Ilustrasi Pemilu 2019 di Malaysia (Sumber foto : Ist)

Pemilu serentak di Malaysia untuk memilih calon presiden dan calon anggota legislatif DPR RI melalui metode TPS dan KSK telah selesai dilaksanakan kemaren, Minggu, 14 Apr 2019.

Namun proses penghitungan kertas suara tetap akan dilaksanakan bersamaan dgn didalam negeri, yaitu tgl 17 April 2019 nanti.

Jadi, meskipun proses pencoblosan telah selesai dilaksanakan, hasilnya baru akan diketahui pd tgl 17 April nanti. 

Siapakah yg akan jadi pemenangnya? Paslon 01 Jokowi - Ma"ruf atau Paslon 02 Prabowo - Sandi?

Sekedar informasi, saya cukup lama tinggal di Malaysia ini, hampir 20 tahun. Empat kali saya turut terlibat dalam pemilu di negeri jiran ini, tahun 2004, 2009, 2014 dan tahun ini, 2019. Bahkan, pada pemilu thn 2004 dan 2009 saya ikut jadi anggota KPPSLN, sedangkan Pemilu 2014 saya menjadi PANWASLU untuk PPLN Kuala Lumpur. 

Jadi, Insya Allah saya cukup memahami dinamika perhelatan pemilu yg dilaksanakan di Malaysia ini.

Dan kebetulan, selama hampir 20 tahun tinggal di Malaysia ini, saya cukup aktif bergaul dan berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat Indonesia yg ada di Malaysia ini, baik ketika saya aktif di organisasi kemahasiswaan, organisasi kemasyarakatan, ataupun organisasi kepemudaan.

Ditambah pula, profesi yg saya tekuni saat ini marketnya memang berhubungan langsung dgn masyarakat Indonesia yg ada di Malaysia.

Jadi, saya cukup mempunyai gambaran atau sketsa yg cukup jelas tentang bagaimana situasi dan kondisi kehidupan masyarakat Indonesia yg ada disini.

Berhubung pekerjaan saya lebih fokus untuk menggarap sektor Migrant Market, khususnya Indonesian Market, maka disamping berinteraksi langsung dgn mereka, saya juga sering mnegadakan survey, terkait "needs" dan "preference" masyarakat Indonesia yang ada di Malaysia ini.

Jadi, Insya Allah saya cukup faham apa yg mereka mau, apa yg mereka kurang mau, apa yg sedang hangat atau heboh mereka bicarakan, sedikit sebanyak saya cukup updated.

Nah, berdasarkan pengalaman dan pengetahuan saya berkenaan dgn pemilu ini, saya melihat bahwa pemilu kali ini cukup luar biasa, jika dibandingkan dgn pemilu-pemilu sebelumnya, terutama dari segi animo masyarakat terhadap pemilu kali ini. 

Dan berdasarkan pengamatan saya dari hasil interaksi seperti yg saya sebutkan diatas, saya melihat bahwa Prabowo - Sandi ternyata mempunyai daya tarik tersendiri bagi masyarakat Indonesia di Malaysia ini, baik dari kalangan kalangan TKI, Pelajar, Pemastautin Tetap, dan juga kalangan Ekspatriat. 

Oleh karena itulah, untuk pemilih melalui metode TPS dan KSK, saya mempunyai keyakinan yg sangat besar bahwa Paslon 02 Prabowo - Sandi lah yg akan kleuar sebagai pemenang.

Dan saya yakin, Prabowo - Sandi akan menang cukup telak. Prediksi saya, bisa mencapai sekitar 70% (dari metode TPS dan KSK ini saja)

Keyakinan saya bukanlah tanpa alasan, kemaren saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, bagaimana puluhan ribu massa "menguasai" lokasi-lokasi TPS, baik yg berada di KBRI KL, SIKL ataupun Wisma Duta. (Silahkan lihat video2 yg saya posting sebelum ini)

Akan tetapi, Prabowo - Sandi tidak boleh jumawa dulu. Pertandingan belum selesai!

Bahkan, pada hasil akhir secara keseluruhan, saya memprediksi Prabowo - Sandi bakal kalah telak! Paling banter Prabowo - Sandi dapat 30%.

Lho, kenapa begitu?

Karena.... Pemilihan melalui mekanisme POS lah yg akan menentukan.

Sebagai informasi, PPLN KL mempunyai total sekitar 500 ribu DPT. Alokasi untuk TPS dan KSK sekitar 200 ribu, sedangkan alokasi untuk POS sekitar 319 ribu. 

Sementara yg datang ke TPS ataupun KSK kemaren, perkiraan saya tidak akan lebih dari 30 ribu orang. Bahkan mungkin separuhnya. Berarti tidak sampai 1% dsri total DPT yg dialokasikan. 

Bayangkan, 30 ribu suara dari mekanisme TPS dan KSK itu jelas tidak ada apa apanya jika dibandingkan dgn 319 ribu dari mekanisme POS, jika seluruhnya dicoblos dan dikirim kembali ke PPLN Kuala Lumpur. 

Lho, bukankah Prabowo - Sandi juga bisa mendapatkan suara dari pemilih melalui mekanisme POS ini?

Ya, teorinya memang begitu. Tapi prakteknya saya haqqul yaqin tidak seperti itu. Saya melihat team Prabowo-Sandi tidak punya keleluasaan untuk "bermain" melalui mekanisme POS ini. 

Siapapun yg faham tentang pelaksanaan Pemilu di Malaysia ini, semua sudah tau dan maklum. Bahwa mekanisme POS ini adalah ladang subur untuk memanipulasi suara. Siapa yg bisa menjamin bahwa 319 ribu surat suara itu benar-benar sampai ke tangan pemilih yg berhak?

Masih ingat kasus di Malaysia yg menghebohkan jagat perpolitikan tanah air beberapa hari yg lalu?

Masih ingat kasus penggrebekan ribuan surat suara yg sudah terobosan untuk salah satu paslon itu, kan?

Kawan, yg ketahuan itu konon cuma sekitar 40 atau 50 ribu saja. Masih ada sekitar 270 ribu lagi yg masih belum ketahuan. Apakah 270 ribu surat suara itu sudah sampai di tangan pemilih yg berhak, atau sudah sampai di "gudang-gudang" yang lain?

Wallahu a"lam, tapi saya sama sekali tidak yakin bahwa 319 ribu surat suara itu akan benar-benar sampai kepada pemilih yang sah.

Kesimpulannya, tebakan saya, Prabowo - Sandi cuma menang di mekanisme TPS dan KSK, sedangkan Jokowi - Ma"ruf akan memenangkan mekanisme POS (jika mekanisme POS tidak dibatalkan meskipun sudah ada kasus heboh beberapa hari yg lalu itu). Jadi prediksi saya, pemenang akhir Pemilu di Malaysia adalah: Jokowi - Ma"ruf. 

Kuala Lumpur, 15 Apr 2019 (*)

Disclaimer : Kanal opini adalah media warga. Setiap opini di kanal ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.

tag: #pemilu-2019  #pilpres-2019  #malaysia  

Bagikan Berita ini :