Berita
Oleh Sahlan Ake pada hari Minggu, 21 Apr 2019 - 11:30:47 WIB
Bagikan Berita ini :

Jokowi-Maruf Unggul Sementara, PDIP: Kekuatan Nurani Rakyat Terbukti Hadir

tscom_news_photo_1555821047.jpeg
(Sumber foto : )

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, apa yang tercermin dari kemenangan Jokowi-KH Ma"ruf Amin dan PDI Perjuangan menunjukkan bahwa kekuatan nurani rakyatlah yang terbukti hadir sebagai benteng politik putih, politik kebenaran itu.

"Terbukti di TPS Pak Amien Rais dan Habib Rizieq, Pak Jokowi-KH Ma"ruf Amin menang. Artinya suara rakyat mengekspresikan kebenaran dalam politik. Berbagai jurus fitnah, hoax dan bicara tidak santun, tidak diterima oleh publik," kata Hasto di Jakarta, Minggu (21/4/2019).

Ia juga mengatakan, bahwa Pemilu pada dasarnya adalah cermin kehendak rakyat yang didasari oleh kehendak baik.

Sementara dari hasil rekapitulasi secara berjenjang berdasarkan dokumen C1 yang dilakukan Tim Kampanye Nasional 01, dan Badan Saksi Pemilu Nasional PDI Perjuangan, semakin memastikan kemenangan bagi Jokowi-KH Ma"ruf Amin dan PDI Perjuangan.

"Dengan total data C1 yang masuk sebanyak 119.141, dan dengan basis itu, dibobot berdasarkan proporsi pemilihnya maka hasil akhirnya, Jokowi-Amin 56,74% dan Prabowo - Sandi 43,26%". Demikian halnya PDI Perjuangan, hasil sementara berkisar dari 21.3% sampai 22.8% di tingkat nasional," kata Hasto.

Gambaran perolehan suara baik melalui exit poll, quick count, maupun real count secara konsisten menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda. Untuk itu, dirinya menilai konsistensi berbagai metode hitung kian menegaskan bahwa quick count menjadi instrumen kontrol perolehan hasil akhir.

"Saat ini masih ada upaya untuk melakukan delegitimasi terhadap penyelenggara pemilu," kata ia.

Untuk itu Hasto meminta para elit politik sebaiknya ikut menjaga suasana kondusif. Klaim terhadap hasil perolehan suara boleh saja, namun harus disertai data, dan keberanian untuk menampilkan dapur pusat perhitungannya.

"PDI Perjuangan sudah menunjukkan di depan pers bagaimana sistem penghitungan suara, kamar hitung, dan infrastruktur sistem penghitungan sebagai bagian dari transparansi dan akuntabilitas publik. BPN dan Partai Gerindra hingga saat ini belum menunjukkan hal itu," ucapnya. (Bara)

tag: #pdip  #jokowimaruf-amin  #pilpres-2019  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Berita Lainnya
Berita

Peduli Karya Anak Bangsa, Ventilator Buatan UI Disumbangkan ke Rumah Sakit Rujukan Covid-19

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 01 Jun 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --PT Ceria Nugraha Indotama (CNI), perusahaan tambang nikel pemegang Izin Usaha Pertambangan dan Operasi Produksi di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, turut menjadi ...
Berita

Ahmad Basarah Sarankan Pemerintah Tunda Penerapan Normal Baru di Sektor Pendidikan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah menyarankan pemerintah untuk menunda pemberlakukan normal baru pada lembaga pendidikan setelah Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ...