Oleh Bachtiar pada hari Selasa, 02 Mar 2021 - 13:53:04 WIB
Bagikan Berita ini :

Refleksi Satu Tahun Corona, Politikus PDIP Ini Berikan Apresiasi ke Pemerintah

tscom_news_photo_1614667984.jpeg
Rahmad Handoyo Politikus PDIP (Sumber foto : dpr.go.id)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDIP Rahmad Handoyo mengapresiasi kinerja pemerintah dalam mengatasi pandemi covid-19 selama satu tahun terakhir ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Rahmad saat refleksi setahun pandemi corona di Indonesia. Tepat, setahun lalu Presiden Jokowi mengumumkan kasus corona di Indonesia.

"Pengendalian covid-19 ini tidak hanya tugas pemerintah pusat tetapi menjadi tanggung jawab gotong royong bersama baik, pemerintah daerah dan rakyat sendiri juga termasuk elemen masyarakat tokoh-tokoh sehingga ini yang akan menjadikan berhasil tidaknya pengendalian," kata Rahmad, Selasa, (2/3/2021).

Meski demikian, Rahmad mengatakan, untuk benar-benar terbebas dari pandemi corona masih membutuhkan kerja keras. Rahmad berkaca dari pelaksanaan kebijakan PSBB hingga sekarang PPKM skala mikro.

"Kebiasaan baru itu yang mudah dilaksanakan tetapi tidak semudah dilaksanakan di daerah. Lalu merubah prilaku, budaya seperti, mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker itu yang mudah tetapi di lapangan masih banyak sekali rakyat kita yang abaikan," tegas Rahmad.

Hal tersebut, kata Rahmad, dipersulit lantaran hingga saat ini masih banyak masyarakat yang beranggapan jika covid-19 tidak ada dan tidak berbahaya.

"Inilah tantangan yang menyebabkan belum bisa mengendalikan seluruhan meskipun pemerintah sudah baik mengeluarkan keputusan ya kalau tidak sama-sama dengan masyarakat ya saya rasa masih butuh pertimbangan," papar Rahmad.

Dengan demikian, lanjut Rahmad, kedepan tetap diperlukanya melakukan pengendalian yang lebih masif dengan terus membumikan protokol kesehatan dan kebiasaan baru.

"Nah catatan ini perlu kita untuk pengendalian kedepan," tegas Rahmad.

Rahmad juga menyambut baik, usaha pemerintah dalam menakan angka naiknya kasus corona dengan mempersingkat jadwal libur dan cuti bersama. Menurut Rahmad, pemerintah sudah sangat bijak menerapkan hal tersebut.

"Nah dari data itu lah pemerintah memutuskan untuk tahun 2021 di lakukan memperpendek dalam rangka pengendalian covid-19. Kalau tidak di perpendek data menunjukkan setiap libur panjang jadi pergerakan penduduk yang mudik dan liburan berimplikasi ke peningkatan covid-19," tandas Rahmad.

tag: #covid-19  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Banner Ramadhan H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Banner Ramadhan Sartono Hutomo, SE, MM
advertisement
Banner Ramadhan Mohamad Hekal, MBA
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Lainnya
Berita

Jawa Tengah Siapkan Skenario Arus Mudik Nekad yang Bisa Capai 4,6 Juta Orang

Oleh Rihad
pada hari Selasa, 13 Apr 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyatakan keputusan pelarangan mudik dari pemerintah pusat sudah tepat. Sebab, dari pengalaman sebelumnya selalu terjadi lonjakan ...
Berita

Himbauan Kemenkes tentang Tata Cara Tarawih

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Meski pemerintah membolehkan shalat tarawih, protokol kesehatan harus dijalankan dengan ketat. "Diimbau tidak membawa anak berusia di bawah 10 tahun Atau untuk ...