Oleh Rihad pada hari Rabu, 10 Mar 2021 - 09:05:05 WIB
Bagikan Berita ini :

Apa Yang Terjadi Jika Gojek dan Tokopedia Merger?

tscom_news_photo_1615341905.jpg
Tokopedia (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Startup Indonesia Gojek dan Tokopedia dikabarkan akan merger dan mencapai kesepakatan dalam waktu dekat. Nilai merger ini akan mencapai $ 35 miliar hingga $ 40 miliar (sekitar Rp 574 triliun) pada saat dicatatkan di bursa saham nantinya.

Dikutip dari Nikkei Asia, saat ini bernilai $10 miliar dan Tokopedia sekitar $7 miliar. Jika digabungkan akan melampaui nilai perusahaan Grab, yakni $14.3 miliar, sesuai perhitungan CB Insights.

Dikutip dari Bloomberg, Gojek akan memiliki sekitar 60% sementara investor Tokopedia memegang 40%. Informasi ini masih belum ada konfirmasi dan masih merupakan desas-desus pasar.

Yang jelas, kedua perusahaan sedang mendiskusikan berbagai skenario. Salah satunya perusahaan hasil merger akan mendaftarkan sahamnya di Indonesia dan Amerika.

Penilaian target di pasar publik adalah antara $ 35 miliar dan $ 40 miliar, kata salah satu orang.

Kedua perusahaan rintisan tersebut akan menciptakan pembangkit bisnis dari transportasi online dan pembayaran digital hingga belanja dan pengiriman online.

"Sebagai entitas yang lebih besar, ia memiliki peluang yang lebih baik untuk mendapatkan modal dalam jumlah besar untuk membiayai pertumbuhannya di masa depan," kata Angus Mackintosh, pendiri CrossASEAN Research.

Skenario lain adalah mendaftarkan Tokopedia di Jakarta terlebih dahulu, kemudian bergabung dengan Gojek sebelum daftar entitas gabungan di AS. Perusahaan belum memutuskan apakah mereka akan memilih untuk mendaftar di AS melalui penawaran umum perdana tradisional atau tujuan khusus. perusahaan akuisisi.

Pembicaraan sedang berlangsung dan mungkin butuh waktu lebih lama atau gagal mencapai kesepakatan akhir.

“Merger Gojek-Tokopedia, sangat sedikit terjadi persilangan karena mereka melakukan hal-hal yang berbeda dan tidak berusaha saling bentrok. Mereka mengenal satu sama lain dengan baik. Kedua perusahaan bersama-sama akan memungkinkan sejumlah besar usaha kecil. Ada banyak dukungan di latar belakang agar kesepakatan itu terjadi," katanya.

Kedua pionir teknologi Indonesia ini memiliki investor yang sama, termasuk Google, Temasek Holdings Pte, dan Sequoia Capital India. Pendiri mereka juga telah berteman sejak didirikan lebih dari 10 tahun yang lalu..

Tokopedia juga didukung oleh Alibaba Group Holding Ltd., yang memiliki unit e-commerce sendiri di kawasan tersebut, yakni Lazada.

Jika gabungan Gojek-Tokopedia dilanjutkan dengan IPO, itu akan memberi investor global kesempatan lain untuk ambil bagian dalam perburuan saham bisnis digital yang sedang tren. Sebagai contoh, saham Sea Ltd., satu-satunya perusahaan internet besar Asia Tenggara yang terdaftar di AS, naik hampir 400% tahun lalu, didorong oleh semakin populernya game seluler dan platform belanja online-nya.

tag: #tokopedia  #gojek  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
AMIN BANNER 01
advertisement
AMIN BANNER 02
advertisement
AMIN BANNER 03
advertisement
AMIN BANNER 04
advertisement
AMIN BANNER 06
advertisement
AMIN BANNER 08
advertisement