Berita

Ingin Bebas Sampaikan Pikiran, Said Didu Mengundurkan Diri Sebagai ASN

Oleh Fitriani pada hari Senin, 13 Mei 2019 - 17:06:58 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1557742018.jpg

Said Didu (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara Muhammad Said Didu memutuskan mundur sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Surat pengunduran diri diajukan per hari ini, Senin (13/5/2019).

Keputusan tersebut diambil setelah Said Didu mengabdi selama 32 tahun 11 bulan 24 hari sebagai pegawai negeri Aparatur Sipil Negara (ASN), di Badan Pengkajian dan Penerapan teknologi tempatnya bekerja.

Pengunduran diri Said Didu tersebut, disampaikan melalui surat pengunduran diri yang beredar di sejumlah akun media sosial.

Dalam surat pengajuan pengunduran diri itu, Said menyebut telah mempertimbangkan matang untuk mundur kendati masih punya waktu 8 tahun sebelum memasuki masa pensiun.

”Walaupun masih memiliki sisa waktu 8 tahun sebelum pensiun pada 2027, untuk mendapatkan kemerdekaan berpikir secara objektif, maka setelah mengabdi selama 32 tahun, 11 bulan, 24 hari sebagai pegawai negeri (Aparatur Sipil Negara-ASN), hari ini saya mengajukan berhenti sebagai pegawai negeri di BPPT tempat saya bekerja sejak 1986,” kata Said Didu dalam surat yang diterima TeropongSenayan, Senin (13/5/2019).

Berikut surat Said Didu selengkapnya:

"DR. IR. MUHAMMAD SAID DIDU, MSi, IPU BERHENTI SEBAGAI PEGAWAI NEGERI 

Walaupun masih memiliki sisa waktu 8 tahun lagi sebelum pensiun tahun 2027, untuk mendapatkan kemerdekaan berpikir dan berkiprah secara obyektif, maka setelah mengabdi selama 32 tahun, 11 bulan, 24 hari sebagai Pegawai Negeri (Aparatur Slpll Negara ASN), hari ini Tanggal 13 Mei 2019, saya mengajukan berhenti sebagai pegawai negeri di Badan Pengkajnan dan Penerapan Teknologi tempat saya bekerja sejak 1986.

Alhamdullllah, selama sebagai pegawai negeri (ASN) telah mencapai puncak karier,  baik sebagai pejabat struktural maupun jenjang Jabatan fungsional.

Karier sebagai pejabat struktural telah mencapai puncak sejak tahun 2005, sebagai pejabat eselon l pada umur 43 1ahun (Sekretans Kementenan BUMN 2005-2010). Pangkat temnggi ASN, yaitu Pembina Utama. Golongan lV/e saya capai pada umur 48 tahun (2010). 

Sebagian besar karier. saya habiskan di BPP Teknologi. Sebagai pejabat struktural mulai sebagai pimpinan Proyek. Pimpinan Pusat Bioteknologi, Kepala Sub Dlrektorat Peralatan dan Mesm (eselon III), dan Direktur Teknologi Agroindustri (Eselon ll). Jabatan fungsional yang dlcapai adalah : (1) Penemi Madya bidang TeknoIogi Agroindusm" dan Bioteknologi (2001 ~ 2005) dan (2) Perekayasa Madya bidang Agroindustri (2011 sekarang). 

Penghargaan yang pernah diberikan sebagai ASN antara lain : (1) Satya Lancana Pembangunan dari Presnden RI. dan (2) Satya Lancana Karya Satya X, XX, dan XXX tahun dari Presiden RI.

Alasan saya berhenti sebaga ASN : 

1. Ingin menuangkan pemikiran secara obyektif untuk melakukan perubahan dan perbaikan bangsa dan negara. 

2. Agar tidak melanggar aturan dalam melaksanakan aktivitas pengabdian dan perbaikan secara bebas.

3. Memperluas tempat pengabdian dalam berbagai bidang. Termasuk menjadi mitra bagi pemerintah, lembaga dan masyarakat.

4. Sebagai pertanggungjawaban moral bagi keluarga, pemerintah, masyarakan, bangsa dan negara.

Saya mengucapkan terima kasih kepada Kepala BPP Teknologi, mulai dari Prof. Dr. lng. BJ Habibie sampai kepala BPP Teknologi saat ini serta seluruh pimpinan dan rekan di BPP Teknologi, Kemeterian BUMN, dan Kementerian ESDM yang selama ini bersama-sama bekerja memajukan Bangsa dan Negara. 

Jakarta 13 Mei 2019.

Dr. Ir, Muhammad Said Dudu. IPU. 

(Alf)

tag: #pns  

Bagikan Berita ini :