Berita
Oleh Mandra Pradipta pada hari Kamis, 16 Mei 2019 - 16:02:55 WIB
Bagikan Berita ini :

Said Didu Sebut Operasi Kecurangan Pilpres Dimulai Sejak DPT

tscom_news_photo_1557997375.png
Ilustrasi (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Said Didu menilai gelaran Pilpres 2019 terbukti dinodai oleh beragam kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif.

Kecurangan terstruktur, kata Said, terjadi karena dilakukan oleh lembaga yang miliki struktur dari pusat hingga daerah. Masif lantaran kegiatan-kegiatan yang dilakukan lembaga tersebut mampu mempengaruhi pilihan masyarakat saat pemilu.

"Fakta ini susah dibantah. Kalau dikatakan terstruktur, dilakukan oleh lembaga yang memiliki struktur, dan itu kita tahu semua, BUMN, ASN, polisi, itu organsisasi-organisasi yang terstruktur. Kemudian masif adalah dilaksanakan dengan masif dan menyebar karena dilakukan melalui instruksi dan jelas," kata Said Didu di Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Said Didu menjelaskan, kecurangan secara terstruktur sudah dimulai dari kisruh Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tidak terselesaikan hingga hari H pencoblosan.

Dia juga menyebut BUMN dikerahkan untuk mempengaruhi pilihan masyarakat dengan menggelontorkan dana CSR di daerah-daerah yang selama ini menjadi kantong pemilih Prabowo-Sandiaga

"Untuk dapat suara, Program Keluarga Harapan di suatu daerah turun empat hari sebelum Pilpres. Bantuan Dana Desa dipercepat. Ini sesitematis sekali penggunaan APBN," kata mantan Sekretaris Kementerian BUMN ini.

Untuk itu, Said Didu meminta agar segala kecurangan ini segera dihentikan. Sebab kecurangan mengancam kedaulatan Indonesia.

"Kalau cara-cara ini diteruskan, saya simpulkan bahwa siapa pun bisa jadi presiden asal disetujui raja kecurangan yaitu cukong-cukong penguasa. Bila demikian, kedaulatan negeri ini sudah terancam," tegas dia. (Alf)

tag: #kpu  #prabowosandiaga  #pilpres-2019  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Berita Lainnya
Berita

Ma'ruf Amin Sebut New Normal Jadi Peluang Besar Bagi UMKM

Oleh Alfin Pulungan
pada hari Kamis, 04 Jun 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Wakil Presiden Ma"ruf Amin mengatakan era tatanan baru atau new normal merupakan era keuntungan bagi para pelaku usaha. Pasalnya, era itu bisa menjadi peluang besar ...
Berita

Jelang Pemberlakuan New Normal, Menko Polhukam Lakukan Kunjungan Kerja Pertama di Era Pandemi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Menteri Kordinator Politik Hukum dan HAM (Menko Polhukam) Mahfud MD, mulai melakukan kunjungan kerja keluar kota sejak Indonesia dilanda pandemi covid 19 awal Maret lalu. ...