Berita
Oleh Jihan Nadia pada hari Minggu, 19 Mei 2019 - 15:48:40 WIB
Bagikan Berita ini :

GNKR: 1 Juta Massa Akan Hadiri Aksi 21-22 Mei di KPU

tscom_news_photo_1558255720.jpeg
(Sumber foto : Ist)

JAKARTA(TEROPONGSENAYAN)—Koordinator Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) Jumhur Hidayat menargetkan satu juta peserta aksi yang akan digelar di depan kantor Bawaslu sepanjang 21 hingga 25 mei.

Dia juga tidak menutup kemungkinan bahwa massa yang hadir bisa bertambah dari target itu,

"Di jalan itu saja dan Kita lihat Kalau 2-3 juta orang,masih belum direspons dengan baik, boleh jadi tetap di situ. Kan kita ikhtiar," ucap Jumhur di Jakarta,Sabtu(18/05/2019).

Jumhur juga berharap peserta aksi diizinkan beribadah di gedung-gedung sekitar Bawaslu tersebut.

"Kami mengimbau kepada para pemilik gedung di sekitar jalan Sudirman dan MH Thamrin untuk memberikan akses kepada peserta aksi misalnya untuk MCK (mandi, cuci, kakus) atau ibadah sehingga lebih meringankan peserta aksi," tutur Jumhur

Dia berharap aksi berjalan lancar. Jumhur menegaskan bahwa pihaknya melancarkan protes secara damai. Tidak dengan cara-cara yang melanggar peraturan.

"Aparat kemananan bisa mengerti. Kalau niatnya ada pihak yang ingin rusuh bukan pihak kita. Kita ingin damai," kata Jumhur.

tag: #pilpres-2019  #kpu  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement
IDUL ADHA 2026 AHMAD NAJIB
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Pelantikan IKA UNDIP Kabupaten Tangerang, Bagikan Ratusan Kacamata Baca untuk Nelayan

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 22 Jun 2026
TANGERANG (TEROPONGSENAYAN) --Ikatan Alumni Universitas Diponegoro (IKA UNDIP) Kabupaten Tangerang resmi dilantik dalam sebuah kegiatan yang dirangkaikan dengan aksi sosial berupa pembagian ratusan ...
Berita

Kolaborasi Alumni UNDIP untuk Pesisir Sukawali, Penanaman Mangrove dan Tebar Benih Ikan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Beberapa waktu lalu, kawasan pesisir Pakuhaji ramai menjadi perbincangan publik akibat polemik pagar laut. Banyak orang membahas batas wilayah, akses nelayan, hingga tata ...